Foto udara wilayah yang terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Semeru di Jembatan Curah Kobokan, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (20/11/2025). ANTARA FOTO/ Irfan Sumanjaya

LUMAJANG, getnews – Bencana banjir lahar dingin Gunung Semeru kembali memutus akses utama menuju Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Lumajang, Sabtu (6/12/2025). Timbunan material vulkanik telah menimbun jembatan penghubung, menyebabkan 138 kepala keluarga (KK) terisolasi dan sebagian memilih mengamankan diri ke area perbukitan.

​Menanggapi krisis ini, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan pemerintah daerah akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan langkah darurat dan strategi jangka panjang.

Jembatan Gantung 270 Meter Jadi Solusi Akses Cepat

​Sebagai respons cepat untuk memulihkan mobilitas warga, Pemerintah Kabupaten Lumajang telah berkoordinasi intensif dengan BNPB.

Salah satu langkah cepat yang segera direalisasikan adalah pembangunan jembatan gantung sepanjang sekitar 270 meter, agar mobilitas warga kembali terbuka dalam waktu dekat.

​Upaya ini dilakukan simultan dengan pengendalian aliran lahar dingin, mengingat potensi hujan intens masih mengintai kawasan Semeru.

Strategi Jangka Panjang: Relokasi Kawasan Rawan

​Bupati Indah Amperawati menekankan bahwa pemulihan tidak hanya soal membuka akses, tetapi juga strategi pengurangan risiko bencana. Ia menegaskan bahwa kawasan Sumberlangsep telah lama tercatat sebagai zona rawan.

“Evaluasi ini penting agar penanganan darurat dan pemulihan dapat dilakukan secara terarah, sekaligus memastikan keamanan masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Bupati.

​Penataan ruang dan relokasi menjadi bagian integral dari strategi ini, dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan warga, keberlanjutan hunian, dan kondisi lingkungan setempat.

​Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, memastikan kebutuhan dasar warga yang terisolasi akan terpenuhi dan meminta masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan. Ia meyakini, mitigasi akan lebih kuat jika pemerintah dan masyarakat berjalan berdampingan.

infopublik.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *