GET DATA STATISTIK

17,39 Ribu Orang Lulus Miskin di NTB, Tapi Belum Tentu Kenyang

MATARAM — Kabar baik dari Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat (NTB) pada September 2025 membawa optimisme yang hati-hati. Angka kemiskinan menyusut ke level 11,38\%, sebuah penurunan sebesar 0,40\% poin dalam enam bulan terakhir. Namun, di balik angka makro yang molek ini, terselip realitas mikro yang getir: warga miskin NTB kini bertarung dengan Garis Kemiskinan (GK) sebesar Rp575.856 per kapita per bulan.

​Penurunan ini secara matematis berarti 17,39 ribu orang berhasil “lulus” dari kategori miskin. Namun, bagi mereka yang masih bertahan, tantangannya adalah “perut”. Komponen makanan mendominasi garis kemiskinan sebesar 75,82\%. Dalam kacamata investigasi, ini adalah sinyal bahwa kesejahteraan di NTB sangat rapuh terhadap fluktuasi harga komoditas pangan seperti beras dan cabai rawit.

Anomali Desa-Kota dan Indeks Keparahan

​Secara mengejutkan, gerak ekonomi di pedesaan justru lebih gesit dalam menekan kemiskinan (11,02\%) dibandingkan wilayah perkotaan (11,70\%). Fenomena ini mengindikasikan bahwa stimulus ekonomi di sektor agraris dan pariwisata pelosok mulai memberikan imbal hasil.

​Secara teknis, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P_1) turun menjadi 0,188 dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P_2) melandai ke angka 0,038. Secara harfiah, ini berarti jarak pengeluaran rata-rata penduduk miskin terhadap Garis Kemiskinan semakin menyempit. Meski begitu, dengan rata-rata satu rumah tangga miskin dihuni oleh 4,37 anggota, sebuah keluarga harus mengantongi minimal Rp2.516.491 per bulan hanya untuk tidak dianggap miskin oleh negara.

Audit Strategis: Data BPS September 2025

Parameter UtamaDetail RealitasVonis Otoritas
Persentase Kemiskinan11,38\% (Turun 0,40\% poin dari Maret 2025)STABIL MEMBAIK
Beban Kalori (Pangan)75,82\% terhadap Garis KemiskinanHIGH VULNERABILITY
Disparitas Desa-KotaKota (11,70\%) vs Desa (11,02\%)URBAN SLOWDOWN
Severitas (P_2)Turun menjadi 0,038GAP NARROWING

Intelligence Data Center

BPS !NSIGHT: Edisi Januari 2026

"Sourced from BRS BPS NTB - Strategic Analysis by GET DATA !NSIGHT"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *