ACEH TAMIANG, getnews – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, turun langsung ke “zona merah” terdampak banjir di Desa Tanah Terban, Aceh Tamiang, Minggu (28/12). Kunjungan ini menandai diaktifkannya kembali menara Base Transceiver Station (BTS) yang sempat lumpuh akibat terendam banjir. Dalam kesempatan tersebut, Meutya menegaskan target ambisius: konektivitas internet di seluruh pelosok Aceh harus pulih total sebelum lonceng pergantian tahun 2026 berbunyi.
Langkah ini merupakan hasil kolaborasi nyata antara pemerintah dan Telkomsel dalam semangat gotong royong memulihkan hak akses informasi masyarakat.
Progres Pemulihan BTS & Layanan Telekomunikasi Aceh
Kemkomdigi memastikan bahwa pemulihan tidak hanya mengejar fungsi, tetapi juga kualitas kestabilan jaringan.
| Titik Fokus Pemulihan | Capaian & Dampak Langsung |
|---|---|
| Aktivasi BTS Utama | BTS Desa Tanah Terban (Karang Baru) kembali aktif; sinyal 4G/5G kembali stabil. |
| Konektivitas Global | Warga kembali bisa menghubungi kerabat di luar negeri (Malaysia dsb) tanpa kendala delay. |
| Target Strategis | Pemulihan 100% wilayah Aceh pada 31 Desember 2025 guna mendukung ekonomi pascabencana. |
| Layanan Tambahan | Pemberian bonus kuota dan telepon bagi warga terdampak sebagai bentuk kepedulian sosial operator. |
Sinyal Sebagai Sumber Ketenangan
Bagi warga seperti Sari (51) di Desa Bundar, pulihnya sinyal adalah kembalinya ketenangan jiwa. Selama dua pekan, ketidakpastian kondisi keluarga menjadi beban pikiran tambahan selain banjir itu sendiri. “Alhamdulillah, sekarang menghubungi saudara di luar negeri sudah tidak susah lagi. Jaringannya lancar dan mantap,” ujarnya (28/12). Testimoni ini membuktikan bahwa di era digital, sinyal memiliki fungsi kemanusiaan yang setara dengan bantuan logistik fisik.
Komitmen Jangka Panjang Kemkomdigi
Menteri Meutya Hafid menyatakan bahwa kolaborasi dengan operator seluler akan diperkuat tidak hanya saat darurat, tetapi dalam mitigasi jangka panjang. Integrasi infrastruktur telekomunikasi yang tahan bencana (disaster-resilient) menjadi agenda utama di 2026. “Kami ingin memastikan bahwa akses komunikasi merata dan andal, sehingga masyarakat dapat menata kembali ekonomi mereka dengan lebih cepat,” pungkas Menkomdigi.
infopublik.id




