Nasional NEWS

Satu Bulan Penanganan Bencana Sumatra: Seskab Teddy Ungkap Kecepatan dan Mobilisasi 53 Helikopter

Helikopter TNI AU mengangkut logistik ke daerah terisolir akibat terdampak bencana (ANTARA)

JAKARTA, getnews – Pemerintah melalui Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memaparkan capaian konkret satu bulan pascabencana besar di Aceh, Sumut, dan Sumbar, Senin (29/12). Dalam konferensi pers di Halim Perdanakusuma, Seskab menegaskan bahwa sinergi lintas unsur berhasil memulihkan layanan dasar dalam waktu singkat, termasuk penyambungan kembali jembatan-jembatan raksasa yang biasanya memakan waktu berbulan-bulan.

​Salah satu poin krusial adalah mobilisasi 53 helikopter gabungan, termasuk helikopter pribadi Presiden RI yang diserahkan langsung untuk operasional Gubernur Aceh sejak minggu pertama.

Dashboard Capaian 30 Hari Pemulihan (Aceh, Sumut, Sumbar)

​Percepatan ini diklaim sebagai salah satu penanganan pascabencana tercepat berkat kerja “Pagi, Siang, Malam”.

Sektor PemulihanCapaian dalam 30 Hari
Infrastruktur JalanDari 78 ruas jalan nasional terputus, tersisa 6 titik dalam proses sambung.
Jembatan Utama12 Jembatan baja bentang lebar (termasuk Bireuen 180m) berhasil tersambung.
Fasilitas Kesehatan87 RS terdampak telah kembali operasional; 859 Puskesmas (dari 867) telah pulih.
Hunian Rakyat600 unit rumah selesai minggu depan; Pembangunan 15.000 rumah sedang dipacu.

Kecepatan Jembatan Baja: Rekor 10 Hari

​Seskab Teddy menyoroti pengerjaan jembatan baja dengan bobot hingga 50 ton yang berhasil diselesaikan hanya dalam 10 hari. “Biasanya memakan waktu lebih dari satu bulan, tapi sekarang bisa selesai cepat karena semua bekerja pagi, siang, malam,” ujarnya. Jembatan ke-13 di Batang Toru saat ini sudah mencapai 90% dan siap difungsikan dalam waktu dekat.

Totalitas ‘Jembatan Udara’

​Penggunaan 53 helikopter Gabungan TNI, Polri, Basarnas, hingga swasta memastikan logistik sampai langsung ke tangan kepala desa di titik terisolasi. Penekanan Seskab pada penggunaan helikopter pribadi Presiden oleh Gubernur Aceh menunjukkan komitmen kepemimpinan pusat yang tidak hanya memberi instruksi, tetapi juga memfasilitasi kebutuhan lapangan secara total.

infopublik.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *