JAKARTA, getnews – Indonesia menutup tahun 2025 dengan mendung duka yang mendalam. Hingga Selasa (30/12), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar telah mencapai 1.141 jiwa. Meskipun operasi pencarian kini mulai digeser ke luar area pemukiman, tim SAR gabungan menegaskan tidak akan mengurangi kekuatan personel di lapangan.
Di tengah upaya pemulihan infrastruktur yang dipacu pemerintah, tercatat masih ada hampir 400 ribu jiwa yang menghabiskan malam pergantian tahun di posko-posko pengungsian.
Update Data Dampak Bencana Sumatra (Per 30 Desember 2025)
Angka-angka ini menjadi pengingat pahit akan dahsyatnya bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah barat Indonesia di penghujung tahun.
| Kategori Dampak | Jumlah / Status Terkini |
|---|---|
| Korban Meninggal Dunia | 1.141 Jiwa (Bertambah 1 orang hari ini). |
| Korban Hilang | 163 Orang (Masih dalam pencarian intensif). |
| Pengungsi | 395.795 Jiwa (Masih di posko pengungsian). |
| Fokus Operasi SAR | Di luar kawasan permukiman & pusat aktivitas ekonomi. |
Operasi SAR: ‘No One Left Behind’
Kepala Pusdatinkom BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa penemuan satu korban terakhir pada Selasa kemarin adalah bukti komitmen tim SAR untuk tetap menyisir seluruh wilayah terdampak. “Kami tidak mengurangi kekuatan dan intensitas tim SAR untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat,” ujarnya. Meskipun peluang di area pemukiman mengecil, pencarian kini difokuskan pada titik-titik yang lebih sulit dijangkau.
Tantangan 395 Ribu Pengungsi
Meskipun jumlah pengungsi mulai menunjukkan tren menurun, keberadaan hampir 400 ribu jiwa di pengungsian menciptakan tantangan logistik yang masif. Pemerintah memprioritaskan penyediaan layanan kesehatan, pendidikan bagi anak-anak di pengungsian, serta penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) Rp600 ribu yang sedang digulirkan secara jemput bola oleh bank-bank Himbara guna meringankan beban ekonomi keluarga terdampak.
infopublik.id




