Executive Summary
Getnews+ Fiscal Report captures the final operational hours of the 2025 State Budget (APBN) as Finance Minister Purbaya Yudhi Sadewa conducts a high-stakes inspection at KPPN Jakarta I and II. Managing the lion’s share of central government spending, including strategic allocations for Defense and National Planning, the Minister issued a decisive directive on strict year-end deadlines.
The mandate is clear: unspent funds face immediate forfeiture (hangus). This year-end fiscal mobilization aims to ensure that the 2025 budget cycle concludes with maximum accountability and tangible public output, transitioning the Indonesian economy into a disciplined 2026 fiscal year.
JAKARTA, getnews. — Di penghujung tahun anggaran 2025, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melakukan inspeksi mendadak ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta I dan II. Kunjungan kerja ini bertujuan memastikan seluruh proses pencairan belanja negara berjalan tanpa hambatan teknis pada hari kerja terakhir tahun ini.
Dua kantor perbendaharaan tersebut memegang peran krusial karena mengelola alokasi belanja mayoritas dari seluruh Pemerintah Pusat, termasuk mitra strategis seperti Sekretariat Negara, Kementerian Pertahanan, dan Bappenas. Menkeu menegaskan bahwa kedisiplinan waktu adalah harga mati dalam tata kelola keuangan negara.
”Penting adanya deadline untuk pekerjaan akhir tahun. Kalau sampai batasnya belum selesai juga, uangnya bisa kita ambil lagi atau hangus,” tegas Menkeu Purbaya saat memantau alur penyaluran dana dan Penyertaan Modal Negara (PMN) ke berbagai BUMN.
Didampingi Dirjen Perbendaharaan Astera Primanto Bhakti, Menkeu juga berdialog langsung dengan Bendahara Pengeluaran Badan Sarana Pertahanan (Baranahan) Kemenhan dan perwakilan Wing Korps Paskhas TNI AU guna memastikan akselerasi belanja militer dan infrastruktur tepat sasaran sebelum gerbang tahun anggaran ditutup.
Getnews+ Signature Data: Audit Alur Belanja Akhir Tahun
Kementerian Keuangan berkomitmen agar APBN 2025 ditutup dengan akuntabilitas tinggi melalui strategi monitoring capaian output. Target utamanya adalah memastikan setiap rupiah tidak sekadar habis terserap, tetapi benar-benar terdistribusi menjadi manfaat nyata bagi masyarakat secara tepat waktu.




