AMBARA: Pak Jaksa, Coba Cek di Kolom Komentar atau Studio TV?
AMBARA — Sepertinya kita perlu meminjam teknologi pelacakan satelit tercanggih milik NASA, atau minimal fitur Share Location WhatsApp yang paling akurat, hanya untuk membantu Kejaksaan Agung (Kejagung) mencari satu orang: Silfester Matutina.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, baru saja curhat kalau timnya masih “berusaha” mencari sang terpidana kasus pencemaran nama baik Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla. Padahal, bagi penonton televisi nasional, wajah Silfester jauh lebih sering muncul daripada iklan obat batuk.
“Lagi dicari untuk dieksekusi,” ujar Pak Anang dengan nada yang mungkin antara sabar dan bingung. Satiristiknya, di saat jaksa sedang asyik bermain petak umpet birokrasi, publik justru bertanya-tanya: Apakah penjara sedang penuh, ataukah ada teknologi stealth (penyamaran) baru yang sedang diuji coba oleh relawan?
Getnews+ Signature Data: Audit Frekuensi Muncul vs Frekuensi Dicari
Refleksi AMBARA:
Ini adalah anomali hukum yang lucu bin ajaib. Biasanya, kalau orang sudah divonis bersalah, mereka akan “diantar” atau “dijemput”. Tapi Silfester sepertinya sedang mempraktikkan gaya hidup minimalis: meminimalkan keberadaan di depan aparat hukum.
Jika Kejagung masih kesulitan mencari, saran kami dari AMBARA cukup sederhana: Coba buat acara debat televisi dadakan dengan tema “Siapa Paling Setia pada Penguasa?”. Kami jamin, beliau akan hadir 15 menit sebelum acara dimulai dengan suara yang lebih lantang dari palu hakim.




