Executive Summary
Getnews+ Strategic Audit examines the critical role of the next definitive Regional Secretary (Sekda) of West Nusa Tenggara (NTB) as the bridge between the executive branch and the Regional House of Representatives (DPRD). With the upcoming 2026 budget deliberations, the Speaker of DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda, emphasizes that the appointee must possess superior communicative competence to lead the Regional Government Budget Team (TAPD). This audit highlights that technical proficiency alone is insufficient; the new Sekda must navigate political complexities to ensure fiscal stability and effective governance.
Sekda Bukan Sekadar Administrator
MATARAM — Pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) NTB definitif kini memasuki tahap krusial. Pernyataan Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda, yang menekankan pentingnya kemampuan komunikasi sang calon Sekda, bukanlah sekadar imbauan normatif. Ini adalah sebuah Audit Komunikasi terhadap fungsi strategis jabatan tersebut.
Sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Sekda adalah “otak” di balik penyusunan APBD. Kegagalan komunikasi di posisi ini bukan hanya berakibat pada kebuntuan politik, tetapi bisa melumpuhkan program strategis daerah yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.
1. Jembatan Antar-Lembaga
Isvie Rupaeda secara jeli menyoroti bahwa Sekda adalah jembatan. Dalam dinamika politik di Udayana, Sekda harus mampu menerjemahkan visi gubernur ke dalam angka-angka anggaran yang bisa diterima oleh legislatif. Tanpa soft-skill negosiasi yang mumpuni, pembahasan anggaran berisiko terjebak dalam ego sektoral.
2. Panglima ASN dan Stabilitas Fiskal
Selain urusan anggaran, Sekda definitif memikul beban sebagai pembina birokrasi. Stabilitas internal ASN NTB sangat bergantung pada cara Sekda mengelola komunikasi dari atas ke bawah. Di tengah tantangan ekonomi 2026, Sekda dituntut menjadi “stabilisator” yang mampu menjaga ritme kerja pemerintahan tetap tinggi meskipun di tengah tekanan fiskal.
Getnews+ Signature Data: The Strategic Weight of Sekda NTB
Refleksi GET !NSIGHT:
Harapan Baiq Isvie adalah representasi dari kebutuhan publik akan pemerintahan yang efektif. Siapa pun yang akhirnya duduk di kursi Sekda NTB, ia tidak boleh hanya menjadi seorang “juru ketik” kebijakan, melainkan seorang konduktor yang mampu menyelaraskan instrumen eksekutif dan legislatif demi simfoni pembangunan NTB yang lebih baik.




