“Getnews+ Oase Reflection explores the philosophical depth of integrity through the wisdom of the great historian, Ibnu Khaldun. This audit of the soul examines the paradox of modern social acceptance, where superficial love often demands the price of hypocrisy. We delve into why radical honesty, though socially taxing, remains the only path toward true spiritual liberation and lasting inner tranquility in an era of masks.”
OASE — Dalam hiruk-pikuk kehidupan sosial yang sering kali menuntut kita untuk selalu tampil “sempurna” dan menyenangkan semua orang, kejujuran sering kali menjadi barang mewah yang berisiko. Kita kerap terjebak dalam dilema: apakah harus jujur dengan risiko dibenci, atau berpura-pura demi mendapatkan cinta yang palsu?
Sang pemikir besar Ibnu Khaldun memberikan penegasan yang menjadi pengingat bagi jiwa yang sedang goyah:
“Orang lain membencimu karena kejujuranmu, lebih baik daripada orang lain mencintaimu karena kemunafikanmu.”
— IBNU KHALDUN
”Refleksi OASE:
Pilihlah untuk menjadi nyata daripada sekadar terlihat baik. Dunia mungkin tidak selalu siap dengan kejujuran Anda, tapi Tuhan dan nurani Anda selalu menantikannya. Jangan menukar integritas diri hanya untuk tepuk tangan penonton yang menyukai sandiwara Anda. Sebab pada akhirnya, kita tidak akan dihisab berdasarkan seberapa banyak orang mencintai kita, melainkan seberapa jujur kita menjalani hidup ini.




