Prabowo berargumen bahwa sebuah bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu mengolah kekayaan alamnya sendiri - ILUSTRASI (ISTIMEWA/GETNEWS)

Tantangan Besar #2 — Mengapa Industri Kita Melemah di Tengah Kekayaan Melimpah?

GET INSIGHT — Dalam seri ketiga ini, kita membedah Bab 3 dari tesis Prabowo Subianto yang menyoroti ancaman “Deindustrialisasi Dini”. Prabowo berargumen bahwa sebuah bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu mengolah kekayaan alamnya sendiri. Namun, Indonesia menghadapi realitas paradoks di mana kontribusi sektor manufaktur justru menurun, membuat kita terjebak sebagai pengekspor bahan mentah.

I. Esensi Bab 3: Ancaman Deindustrialisasi

​Agar pesan inti dari Bab 3 ini tersampaikan dengan kuat, berikut adalah sari pemikiran strategis dari Prabowo Subianto:

“Kita tidak boleh hanya menjadi bangsa kuli. Kita tidak boleh hanya menjual tanah dan air kita dalam bentuk mentah. Kedaulatan sejati ada pada kemampuan kita membangun industri manufaktur yang kuat di tanah air sendiri. Jika kita gagal melakukan hilirisasi, kita sedang membiarkan kekayaan masa depan anak cucu kita mengalir sia-sia ke luar negeri.”

Prabowo Subianto, Paradoks Indonesia

Prabowo menyoroti pola ekonomi di mana Indonesia kehilangan nilai tambah karena tidak memiliki kedaulatan atas pengolahan sumber daya. Dampaknya adalah ketergantungan pada barang impor dan terbatasnya lapangan kerja berkualitas tinggi bagi generasi muda.

II. Transformasi 2026: Menjawab Tantangan dengan Hilirisasi

​Melalui kebijakan strategis 2025-2026, tantangan dalam Bab 3 ini dijawab dengan langkah-langkah proteksi dan penguatan industri domestik:

  • Hilirisasi Total: Larangan ekspor bahan mentah secara bertahap (Nikel, Bauksit, Tembaga) untuk memaksa pembangunan smelter dan pabrik pengolahan di dalam negeri.
  • Substitusi Impor: Memperkuat industri komponen lokal agar ketergantungan terhadap barang modal dari luar negeri dapat ditekan secara signifikan.
  • Penguatan SDM Industri: Integrasi pendidikan vokasi dengan kawasan industri strategis untuk menciptakan tenaga ahli yang mampu mengoperasikan teknologi tinggi.
DATA AUDIT: PILAR KEDAULATAN INDUSTRI
Aspek TantanganAnalisis Bab 3Solusi Strategis 2026
Sektor ManufakturKontribusi PDB menurun (Deindustrialisasi).Revitalisasi Industri berbasis Digital & Manufaktur.
Ekspor Bahan MentahNilai tambah dinikmati bangsa lain.Hilirisasi Total & Larangan Ekspor Mentah.
Lapangan KerjaKeterbatasan sektor industri menyerap ahli.Penciptaan High-Value Jobs di ekosistem Hilirisasi.

III. Analisis Getnews: Keluar dari Perangkap Komoditas

​Mengakhiri deindustrialisasi berarti mengembalikan martabat ekonomi Indonesia. Strategi Bab 3 menuntut perubahan pola pikir: dari “menjual apa yang ada di tanah” menjadi “menjual apa yang kita ciptakan dari tanah kita”. Dengan menutup celah ekspor bahan mentah, kita sedang membangun fondasi bagi Indonesia yang merdeka secara ekonomi di tahun 2026.

📚 SERI EKSKLUSIF: PARADOKS INDONESIA

Dapatkan analisis mendalam setiap minggu hanya di Getnews Insight. Membedah pemikiran Presiden Prabowo dan realitas masa depan bangsa.

BACA SELURUH SERI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *