MATARAM, getnews.co.id — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) mengambil langkah progresif dengan membekali Aparatur Sipil Negara (ASN) kemampuan komunikasi internasional. Program ini mewajibkan ASN di seluruh lini untuk menguasai bahasa Inggris dasar dan literasi pariwisata sebagai standar pelayanan publik di destinasi wisata kelas dunia.
Kepala BPSDMD NTB, Baiq Nelly Yuniarti, menegaskan bahwa penguasaan bahasa global bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan fungsional bagi ASN yang bertugas di daerah tujuan investasi dan wisata asing.
”Bahasa Inggris dasar itu wajib. Jangan sampai ASN kita tidak bisa memberikan arahan awal ketika investor atau tamu asing datang meminta informasi. Paling tidak mereka bisa mengarahkan ke OPD ahli dengan bahasa yang komunikatif,” ujar Nelly, Senin (5/1/2026).
Kerangka Kompetensi ASN Pariwisata NTB 2026
Program ini tidak hanya menyasar aspek bahasa, tetapi juga menanamkan konsep Sapta Pesona di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
| Fokus Kompetensi | Detail Kemampuan Target |
|---|---|
| Bahasa Inggris Dasar | Kemampuan memberikan informasi awal dan koordinasi tamu asing. |
| Literasi Pariwisata | Pemahaman Sapta Pesona & potensi wisata di dinas teknis (Hutan, Perikanan, Desa). |
| Strategi Pendanaan | Kolaborasi Pusat (Kemenpar) & Poltekpar (Efisiensi Fiskal). |
| Output Harapan | Birokrasi yang Ramah Investasi & Berkelas Dunia. |
Kolaborasi Lintas Sektor sebagai Solusi Fiskal
Menyadari keterbatasan anggaran daerah, BPSDMD NTB menerapkan strategi kolaborasi cerdas dengan Kementerian Pariwisata dan Politeknik Pariwisata (Poltekpar). Penyelenggaraan pelatihan difokuskan pada praktik lapangan langsung di objek wisata, sehingga ASN tidak hanya belajar teori di kelas tetapi juga memahami realitas industri di lapangan.
Menghilangkan Ego Sektoral Pariwisata
Nelly menegaskan bahwa pariwisata adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya Dinas Pariwisata. ASN di bidang perikanan harus paham nilai jual kampung nelayan, dan ASN di bidang kehutanan harus mengerti kecantikan hutan sebagai daya tarik ekowisata. Dengan literasi pariwisata yang merata, NTB optimistis dapat memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan mancanegara sekaligus mempercepat masuknya investasi ke daerah.




