GET DATA STATISTIK

Lonjakan Ekspor NTB November 2025 Tembus 5.000%

Ilustrasi (GETNEWS.)
GET DATA: TRADE AUDIT

“BPS NTB mencatat angka ekspor November 2025 yang fantastis, meroket hingga 5.792,07 persen dibandingkan tahun lalu. Namun, GETNEWS menyoroti penurunan kumulatif tahunan sebesar 56,19 persen sebagai sinyal ‘volatilitas’ ketergantungan pada komoditas tambang. Saat Tiongkok mendominasi separuh pasar ekspor kita, pertanyaannya tetap sama: sejauh mana hilirisasi lokal mampu menjaga stabilitas devisa tanpa harus bergantung pada fluktuasi kapal angkut konsentrat?”

MATARAM — Badan Pusat Statistik (BPS) NTB baru saja merilis angka yang membuat mata terbelalak: Ekspor bulan November 2025 mencapai US$ 327,84 juta. Angka ini naik “gila-gilaan” sebesar 5.792,07 persen dibandingkan November 2024. Tapi jangan buru-buru pesta pora, karena di balik angka bulanan yang berkilau ini, ada performa tahunan yang sedang “batuk-batuk”.

1. Komoditas Tambang: Sang Penyelamat Sekaligus Beban

​Seolah menjadi tradisi, ekonomi ekspor NTB masih sangat bergantung pada apa yang digali dari perut bumi. Komoditas Barang Galian/Tambang Non Migas menyumbang porsi terbesar, yakni 59,28 persen (US$ 194,35 juta). Disusul oleh Tembaga sebesar 20,18 persen.

​Ironisnya, secara kumulatif (Januari-November 2025), nilai ekspor kita sebenarnya sedang turun 56,19 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Ini adalah pengingat keras bahwa ketika keran tambang “mampet”, devisa kita langsung sesak napas.

2. Tiongkok: “Big Brother” Devisa NTB

​Ke mana perginya harta karun NTB? Tiongkok masih menjadi raja dengan menyerap 50,54 persen dari total ekspor kita di bulan November. Di posisi kedua ada Swiss (19,56%) dan Jepang (18,42%). Ketergantungan pada satu pasar besar seperti Tiongkok adalah strategi yang menguntungkan, namun sekaligus berisiko tinggi jika ekonomi “Negeri Panda” tersebut sedang melambat.

3. Impor: Fokus pada “Gizi” Industri

​Di sisi lain, nilai impor NTB naik tipis 5,51 persen (US$ 13,25 juta) dibandingkan tahun lalu. Menariknya, barang yang kita beli dari luar negeri mayoritas adalah “alat perang” industri, seperti Karet dan Barang dari Karet (42,99%) serta Mesin/Peralatan Listrik (33,93%). Jepang dan Jerman menjadi pemasok utama mesin-mesin canggih ini.

GET DATA: The Trade Dashboard November 2025

DATA AUDIT: NTB EXPORT-IMPORT NOV 2025
IndikatorNilai (US$)Status
Nilai Ekspor327,84 Juta⬆ 5.792% (YoY)
Nilai Impor13,25 Juta⬆ 5,51% (YoY)
Akumulasi Tahunan1.063,81 Juta⬇ 56,19% (YoY)

Rekor kenaikan 5.000 persen di bulan November adalah “obat penenang” sementara bagi rapor merah tahunan yang anjlok 56 persen. Data ini membuktikan bahwa ekonomi NTB masih sangat “fragile” karena terlalu bersandar pada komoditas mentah. Jika kita ingin melihat angka yang lebih stabil, tantangan besarnya adalah: kapan Ikan, Udang, dan Perhiasan kita bisa menyalip dominasi Tembaga di pasar global?

Intelligence Data Center

BPS !NSIGHT: Edisi Januari 2026

"Sourced from BRS BPS NTB - Strategic Analysis by GET DATA !NSIGHT"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *