“BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) merilis peringatan dini untuk 7 Januari 2026. NTB resmi memasuki periode hujan ekstrem yang berpotensi memicu banjir dan longsor. Bagi operator transportasi laut dan nelayan, Selat Lombok dan Samudera Hindia kini berada dalam zona merah dengan gelombang di atas 2 meter. GETNEWS mengingatkan: keselamatan bukan lagi pilihan, tapi audit wajib dalam perencanaan kegiatan Anda.”
MATARAM, getnews.co.id — Langit NTB sedang tidak bersahabat. Update prakiraan cuaca per kecamatan menunjukkan potensi hujan lebat disertai kilat dan petir yang merata di sebagian besar wilayah.
1. Mitigasi Bencana: Banjir dan Longsor
Saat ini sebagian wilayah NTB sudah memasuki periode musim hujan, sementara sisanya masih dalam masa peralihan. Potensi hujan signifikan diperkirakan akan bertahan hingga 10 hari ke depan. BMKG mengimbau masyarakat untuk segera melakukan audit kebersihan saluran air dan mewaspadai debit aliran yang bisa meluap secara tiba-tiba.
2. Zona Bahaya Maritim: Gelombang > 2 Meter
Bagi pengguna jasa transportasi laut, nelayan, dan pelaku wisata bahari, perhatian ekstra harus diberikan pada wilayah perairan selatan. Gelombang tinggi yang mencapai lebih dari 2 meter terdeteksi di:
- Selat Lombok Bagian Selatan
- Selat Alas Bagian Selatan
- Samudera Hindia Selatan NTB
- Selat Sape Bagian Selatan
3. Himbauan Strategis
Masyarakat diminta waspada terhadap angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba. Tetap pantau informasi dari BMKG dan BPBD agar perencanaan perjalanan atau kegiatan ekonomi Anda tidak berujung pada kerugian materiil maupun korban jiwa.
GET !NSIGHT: Weather & Maritime Risk Audit
Alam sedang memberikan sinyal auditnya sendiri. Di tengah upaya kita memacu ekonomi lewat ekspor dan pariwisata, cuaca ekstrem adalah pengingat bahwa daya dukung lingkungan dan keselamatan manusia tetaplah aset yang paling utama. Jangan biarkan optimisme ekonomi membutakan kita dari realitas iklim di depan mata.




