BALIKPAPAN, getnews.co.id — Subholding Upstream Pertamina, melalui PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan Pertamina Hulu Mahakam (PHM), resmi mengumumkan penemuan sumber daya minyak dan gas bumi (migas) signifikan pada sumur eksplorasi Metulang Deep (MDP)-1x di lepas pantai South Mahakam, Kalimantan Timur.
Temuan ini diperkirakan memiliki sumber daya kontinjen Original Oil in Place (OOIP) mencapai 106 juta barel ekuivalen minyak (MMBOE). Direktur Eksplorasi PHE, Muharram Jaya Panguriseng, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari penerapan strategi Near Field Exploration yang dirancang untuk mempercepat produksi dengan memanfaatkan fasilitas eksisting di sekitar lapangan yang telah matang.
Snapshot Eksplorasi: Profil Temuan Sumur MDP-1x
Penemuan ini menonjolkan kemampuan teknis tim eksplorasi dalam menembus formasi batuan dengan tekanan tinggi (high pressure).
| Parameter Teknis | Detail Hasil Temuan |
|---|---|
| Kedalaman Terukur | 4.260 Meter (Hingga Formasi Yakin). |
| Estimasi Sumber Daya | 106 MMBOE (Oil Equivalent). |
| Laju Alir Minyak | 2.821 BOPD (Barel per Hari). |
| Produksi Gas | 5 MMSCFD (Juta Kaki Kubik per Hari). |
| Formasi Potensial | Sepinggan Carbonate (SCS) & Sepinggan Deltaic (SDS). |
Akselerasi Produksi dan Swasembada Energi
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Sunaryanto, menyatakan bahwa temuan MDP-1x akan segera memasuki fase pengembangan untuk menjaga keberlanjutan energi di Kalimantan. Strategi Near Field Exploration memungkinkan temuan ini dikoneksikan ke fasilitas produksi terdekat, sehingga waktu tempuh dari penemuan (discovery) ke tahap produksi (on-stream) dapat dipersingkat secara signifikan.
Inovasi Konsep Eksplorasi
Penemuan ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi sumur Manpatu-1x tahun 2022. Melalui uji alir (drill stem test) pada zona Sepinggan Carbonate Sequence (SCS), terkonfirmasi bahwa reservoir karbonat dan batu pasir di area Mahakam masih memiliki produktivitas yang sangat baik meskipun berada di lapangan yang sudah dikelola selama puluhan tahun.
Keberhasilan pengeboran di kedalaman lebih dari 4.000 meter dengan kondisi tekanan tinggi ini menjadi preseden penting bagi masa depan eksplorasi migas di area lepas pantai Indonesia, mendukung visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada dan ketahanan energi nasional pada tahun 2026.




