BIMA, getnews.co.id — Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang memicu banjir luapan di tiga kecamatan di Kabupaten Bima, Kamis (8/1/2026). Kecamatan Bolo, Monta, dan Soromandi melaporkan dampak signifikan akibat air kiriman dari wilayah pegunungan yang merendam pemukiman, lahan pertanian, hingga memutus akses jalan lintas provinsi.
Data terkini menunjukkan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 70 sentimeter, dengan titik terdampak paling parah berada di Desa Nggembe, Kecamatan Bolo. Hingga saat ini, aparat gabungan masih bersiaga di lokasi untuk melakukan pendataan dan penanganan darurat.
Matriks Dampak Bencana: Sebaran Wilayah Terdampak Bima
Banjir kali ini tidak hanya menyasar area pemukiman, tetapi juga melumpuhkan jalur distribusi ekonomi antar-wilayah.
| Lokasi (Desa/Kec) | Populasi Terdampak | Dampak Infrastruktur |
|---|---|---|
| Desa Nggembe (Bolo) | 204 KK / 816 Jiwa. | 177 Unit Rumah Terendam. |
| Desa Simpasai (Monta) | Data Pendataan Berlanjut. | Jalan Lintas Tente-Parado (205m). |
| Desa Bajo (Soromandi) | 4 KK / 16 Jiwa. | Jalan Provinsi Lintas Sila-Donggo. |
| Status Korban Jiwa | NIHIL / TIDAK ADA LAPORAN. | |
Lumpuhnya Jalur Transportasi Strategis
Kerugian paling nyata terlihat pada sektor konektivitas. Di Desa Simpasai, akses vital yang menghubungkan Tente dan Parado terendam sepanjang lebih dari 200 meter, menyulitkan mobilitas logistik masyarakat. Sementara di Soromandi, jalan provinsi yang menjadi urat nadi lintas Sila–Donggo juga mengalami kendala serupa, memaksa kendaraan besar maupun kecil untuk ekstra waspada akibat arus air yang melintasi badan jalan.
Upaya Penanganan dan Mitigasi
Aparat terkait dari BPBD, unsur TNI/Polri, serta relawan bencana telah dikerahkan ke titik-titik lokasi banjir. Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga serta melakukan pendataan kerusakan lahan pertanian yang dikhawatirkan mengganggu stok pangan lokal. Pemerintah daerah mengimbau warga di sepanjang bantaran sungai untuk tetap waspada, mengingat cuaca ekstrem diprediksi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.




