Nasional NEWS

Prabowo Klaim 58 Juta Rakyat Terima Makan Bergizi, Targetkan 82 Juta di Akhir 2026

Presiden menyebut intervensi gizi ini sebagai prestasi nasional yang sulit ditandingi oleh negara lain di dunia. (Seskab/GETNEWS)

BANJARBARU, getnews.co.id — Presiden Prabowo Subianto secara mengejutkan mengungkap data terbaru pencapaian program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini telah menjangkau 58 juta penerima manfaat. Dalam kunjungannya ke Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026), Presiden menyebut intervensi gizi ini sebagai prestasi nasional yang sulit ditandingi oleh negara lain di dunia.

​Kelompok rentan seperti anak sekolah, ibu hamil, dan lansia menjadi fokus utama distribusi. “Anak-anak dan lansia menerima makan setiap hari sekolah, sementara untuk ibu hamil diberikan rutin tujuh hari penuh. Kalau tidak salah sudah mencapai 58 juta. Negara mana yang bisa berbuat seperti ini?” tegas Prabowo.

       

Dashboard Capaian: Program Makan Bergizi Gratis (Update Jan 2026)

​Pemerintah optimis perluasan jangkauan akan mencapai puncaknya pada akhir tahun 2026 dengan sistem pengawasan mutu yang lebih ketat.

MBG Execution Matrix: National Scale 2026
Indikator ProgramStatus & Target
Realisasi Penerima (Jan 2026)58 Juta Jiwa.
Total Porsi Terdistribusi± 3 Miliar Porsi (Sejak Peluncuran).
Target Akhir Tahun 202682 Juta Penerima Manfaat.
Mandat Khusus PresidenAkurasi Data, Standar Gizi Terukur, & Anti-Birokrasi.
Sumber: Sekretariat Kabinet Merah Putih | Jan 2026

Ultimatum: “Jangan Dipaksa, Teliti!”

​Meski Badan Gizi Nasional melaporkan progres yang melampaui jadwal, Presiden Prabowo mengingatkan agar percepatan ini tidak mengabaikan kualitas. Ia meminta tim di lapangan tetap teliti dan memberikan “yang terbaik” bagi rakyat. Kecepatan distribusi harus diimbangi dengan standar gizi yang ketat agar dampak penurunan angka stunting dan peningkatan kecerdasan generasi muda benar-benar terwujud, bukan sekadar statistik di atas kertas.

Kedaulatan SDM Melalui Ketahanan Gizi

​Program MBG bukan sekadar bantuan sosial, melainkan bagian integral dari strategi kedaulatan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Pemerintah berharap dengan terjaminnya gizi sejak dalam kandungan (melalui ibu hamil) hingga usia sekolah, ketahanan sosial dan ekonomi keluarga Indonesia akan semakin kokoh menghadapi tantangan global di masa depan.

infopublik.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *