BANJARBARU, getnews.co.id — Presiden Prabowo Subianto mengumumkan manuver besar penguatan ekonomi akar rumput dengan target pengoperasian sedikitnya 25.000 Koperasi Desa Merah Putih pada periode Maret hingga April 2026. Pengumuman ini disampaikan di sela peresmian 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).
Program ini dirancang sebagai motor penggerak distribusi hasil pertanian, perikanan, dan UMKM desa agar memiliki nilai tambah yang dinikmati langsung oleh warga desa. “Artinya, ekonomi kita akan bangkit di semua bidang,” tegas Presiden Prabowo.
Peta Jalan Strategis: Koperasi Desa Merah Putih 2026
Pemerintah menargetkan eskalasi masif hingga akhir tahun untuk memastikan stabilitas ekonomi kerakyatan di seluruh pelosok Indonesia.
| Fase Implementasi | Target Jumlah & Fokus |
|---|---|
| Maret – April 2026 | 25.000 Unit (Operasi Awal). |
| Desember 2026 | 60.000 Unit (Target Agresif). |
| Target Jangka Panjang | 80.000 Unit (Cakupan Nasional). |
| Sektor Unggulan | Pertanian, Perikanan, & Usaha Mikro Desa. |
Sinergi SDM dan Ekonomi Lokal
Presiden menekankan bahwa Koperasi Desa tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan sumber daya manusia yang mumpuni. Itulah sebabnya, pembangunan Sekolah Rakyat dijalankan beriringan. Para guru dan kepala sekolah diminta membina generasi muda agar mampu mengelola potensi ekonomi desa secara profesional dan berkeadilan. “Pendidikan berkualitas adalah fondasi mencetak generasi unggul pengelola ekonomi desa,” imbuhnya.
Optimisme Kebangkitan Ekonomi
Dukungan lintas kementerian dan pemerintah daerah menjadi kunci tercapainya target 60.000 koperasi aktif di akhir tahun ini. Presiden Prabowo optimis bahwa dengan koperasi sebagai motor distribusi, kesejahteraan masyarakat desa akan meningkat secara berkelanjutan, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru yang masif di wilayah pinggiran Indonesia.
infopublik.id




