AMBARA

Antara Jabatan, Apes, dan Dokumen Pensiun

Pensiun dipercepat akibat Demosi Pemprov NTB - ILUSTRASI (GETNEWS.AI)

Dunia birokrasi itu ibarat wahana roller coaster di taman hiburan, tapi bedanya, di Pemprov NTB kursinya bisa mendadak copot saat sedang di puncak. Fenomena pejabat yang terkena demosi lalu langsung masuk masa “purna tugas” alias pensiun adalah komedi getir yang paling nyata hari ini. Bayangkan, baru saja turun kasta dari menteri kecil (Kepala Biro) jadi perwira menengah (Kepala Bidang), eh, langsung disuruh beresin laci buat pulang permanen. Tragis? Mungkin. Tapi dalam kacamata birokrasi Lalu Muhamad Iqbal, ini adalah “bersih-bersih” total yang tak kenal ampun.

​Nasib di Ujung Pulpen: Turun Dulu Baru Pulang

​Ada semacam tren baru di Lingkungan Pemprov NTB: Demosi Kilat Menuju Pensiun. Fenomena ini menimpa nama-nama besar seperti Muhammad Taufieq Hidayat dan Hairul Akbar. Keduanya adalah eks punggawa birokrasi di Setda NTB yang kini harus sibuk bolak-balik ke BKD bukan untuk urusan mutasi jabatan lagi, melainkan untuk tanda tangan dokumen pensiun.

​Taufieq Hidayat, yang dulu gagah memimpin Biro Organisasi, kini harus merelakan diri menjadi Kabid Perlindungan Konsumen di Disperindag. Jabatan yang jujur saja, bagi seorang mantan Kepala Biro, terasa seperti memakai baju yang kekecilan dua ukuran. Namun, alih-alih berlama-lama menyesuaikan diri, Taufieq justru sedang fokus menyusun berkas “pamitan”.

“Kita sedang susun dokumennya untuk kita ajukan. Karena memang seperti itu prosedurnya,” ujar Taufieq dengan nada yang mungkin terdengar sangat datar, atau mungkin sangat lega.

​Strategi “Soft Landing” atau Eksekusi Halus?

​Tim AMBARA melihat ada pola menarik di sini. Demosi yang menimpa mereka bukan sekadar rotasi biasa, melainkan hasil “penghakiman” kinerja. Dalam konteks politik NTB, menaruh pejabat senior di posisi eselon III tepat sebelum pensiun adalah pesan keras bahwa panggung Iqbal tidak menerima penumpang yang hanya ingin “duduk manis” di sisa masa jabatan.

Nama PejabatJabatan Eks (Eselon II)Jabatan Demosi (Eselon III)
M. Taufieq HidayatKabiro Organisasi SetdaKabid Perlindungan Konsumen Disperindag
Hairul AkbarKabiro Adpim SetdaKabid di OPD Lain
Status: Dalam proses pengajuan pensiun ke BKD NTB.

Farewell yang Pahit

​Bagi pejabat seperti Taufieq dan Hairul, pensiun adalah hak. Namun, dipaksa pensiun dengan stempel “kinerja kurang” lewat jalur demosi adalah pil pahit yang harus ditelan di akhir masa pengabdian. Gubernur Lalu Muhamad Iqbal nampaknya ingin memastikan bahwa pintu keluar Pemprov NTB hanya terbuka lebar bagi mereka yang “berlari”, sementara yang “berjalan santai” apalagi “diam di tempat” akan ditarik ke belakang sebelum akhirnya dipersilakan pulang.

​Selamat menyusun dokumen pensiun, Bapak-bapak. Semoga masa purna tugas lebih tenang daripada hiruk-pikuk meja birokrasi yang baru saja “menendang” Anda.

   
        Konteks Terkait:                     “Hairul Akbar”            
   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *