BOYOLALI, getnews.co.id — Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, mengirimkan sinyal kuat dari perayaan Hari Desa Nasional (HDN) 2026 di Boyolali. Ia menegaskan bahwa desa kini diproyeksikan sebagai pemain utama ekonomi nasional, bukan lagi sekadar penonton di pinggiran.
Poin paling krusial dalam arahan Mendes Yandri adalah instruksi untuk mengakhiri dikotomi antara BUMDesa dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Keduanya diminta berhenti berkompetisi dan mulai berkolaborasi guna mengejar target ambisius pemerintah: menciptakan 5.000 Desa Ekspor di seluruh Indonesia.
“Analisis Getnews melihat penegasan Mendes Yandri sebagai ‘obat penenang’ bagi kegelisahan pengurus BUMDesa di daerah, termasuk di NTB. Selama ini, muncul kekhawatiran bahwa KDMP akan mematikan BUMDesa yang sudah ada. Namun, dengan narasi kolaborasi, KDMP bisa diposisikan sebagai wadah konsolidasi warga (koperasi), sementara BUMDesa bertindak sebagai entitas bisnis (holding) desa. Tantangannya satu: jangan sampai ego sektoral antar-kementerian di pusat justru menurun ke level desa dan membuat program ini saling kunci.”
Menaikkan Kelas Produk Desa ke Level Global
Mendes Yandri mencontohkan keberhasilan ekspor kemiri dari Ngada (NTT) dan kendang jimbe dari Ngoran sebagai bukti bahwa kearifan lokal punya nilai jual tinggi di pasar internasional. Untuk mendukung ini, Kemendes PDT menggandeng Kementerian Perdagangan guna memastikan rantai pasok dari desa benar-benar terjaga kualitasnya.
”Pameran ini bertujuan menaikkan pelaku usaha desa ke level nasional. Kolaborasi KDMP dan BUMDesa diyakini bakal menggenjot pertumbuhan ekonomi di desa,” tegas Mendes Yandri.
Matriks Sinergi: Struktur Baru Ekonomi Desa 2026
Getnews memetakan pembagian peran strategis untuk mencapai target Desa Ekspor:
| Aspek Ekonomi | Peran Integrasi |
|---|---|
| KDMP & BUMDesa | Saling melengkapi (Bukan Kompetitor). |
| Target Global | Pembentukan 5.000 Desa Ekspor (Joint with Kemendag). |
| Ketahanan Pangan | Kolaborasi lintas kementerian (Contoh: Bantuan 1 Ton Lele). |
| Ekosistem Usaha | Penguatan berbasis Kearifan Lokal & Produk Unggulan. |
Artikel ini diolah berdasarkan rilis berita resmi yang diterbitkan oleh Portal Komunikasi Publik (InfoPublik.id).




