MAROS, getnews.co.id — Tabir penyebab jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (PK-THT) di Puncak Bulusaraung mulai tersingkap. Selain anomali radar, identitas 10 personel yang berada di dalam pesawat kini telah tervalidasi oleh otoritas gabungan.
Pesawat yang menjalankan misi pengawasan udara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini membawa putra-putra terbaik bangsa yang terdiri dari 7 awak pesawat dan 3 pegawai KKP-PSDKP.
Analisis Navigasi: Miss-Intercept di Langit Sulawesi
Data radar menunjukkan PK-THT berada 8 kilometer di luar koridor aman saat mendekati titik OPENG. Jejak navigasi terakhir mengonfirmasi pesawat tidak merespons instruksi koreksi arah dari MATSC Makassar sebelum akhirnya sinyal menghilang pada ketinggian yang sangat rendah di area perbukitan.
”Pesawat sempat diinstruksikan melakukan koreksi heading ke 240 derajat, namun posisi terakhir menunjukkan pesawat berada 8 kilometer di luar koridor aman,” ungkap sumber internal otoritas navigasi yang kami himpun.
Evakuasi Jalur Darat Menjadi Opsi Utama
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan dari TNI AU, Basarnas, dan Brimob sedang menembus jalur cadas via Balocci. Penggunaan Helikopter Caracal untuk proses hoisting masih terkendala kecepatan angin yang mencapai 22 knot di titik crash site.
- Data Manifes & Evakuasi: Basarnas Command Center
- Update Misi Kedinasan: Kementerian Kelautan dan Perikanan RI
- Data Navigasi: Internal MATSC (Verified Source)




