BALOCCI, getnews.co.id — Tepat saat matahari terbit Senin pagi (19/1), Puncak Bulusaraung kembali menjadi saksi bisu operasi penyelamatan paling dramatis di awal tahun ini. Setelah satu malam “menginap” di ketinggian 1.300 MDPL bersama jenazah pertama, Tim SAR Gabungan kini melancarkan dua opsi evakuasi sekaligus: jalur udara dengan helikopter Caracal dan jalur darat jika kabut kembali turun.
Misi 1: Evakuasi Udara Melalui Metode ‘Hoist’
Basarnas Makassar telah menyiagakan Helikopter Caracal milik TNI AU untuk melakukan manuver hoist—menarik jenazah dari helikopter yang melayang (hovering)—mengingat tidak adanya landasan di tebing vertikal. Jika angin kencang dan kabut buta kembali menyerang, tim darat sudah bersiap melakukan estafet jenazah melalui jalur curam Desa Tompobulu.
Misi 2: Investigasi Temuan ELT & Black Box
Kabar signifikan datang dari Komandan Korem 141 Toddopuli. Tim SRU 3 dilaporkan telah menemukan ELT (Emergency Location Transmitter) pesawat. Penemuan ini mematahkan spekulasi awal mengenai kegagalan sinyal darurat. Kini, tim investigasi KNKT memfokuskan pencarian pada Black Box (Kotak Hitam) yang diduga kuat berada di area Main Wreckage (bangkai utama) guna membuktikan audit Getnews semalam mengenai “Masalah Mesin H-1”.




