AMBARA

Dunia Lagi Pening, Donald Trump Malah Jualan Greenland Hasil Editan Canva

Donald Trump memang tidak pernah gagal membuat dunia sakit kepala, atau setidaknya membuat para diplomat Denmark butuh dosis tambahan parasetamol.

​Terbaru, sang mantan (dan mungkin masa depan) Presiden AS ini kembali “bermain” di Truth Social. Bukan soal kebijakan pajak atau pembangunan tembok, melainkan sebuah unggahan gambar editan yang menampilkan Greenland dengan atribut Amerika Serikat. Sebuah aksi yang seolah-olah mengatakan, “Eh, tanah ini bagus juga kalau jadi halaman belakang rumah saya.”

Realitas yang Dipaksa Jadi Photoshop

​Masalahnya, Greenland bukan sepetak tanah kosong di pinggiran Mataram yang bisa dipasang plang “Dijual” hanya karena ada yang berminat. Greenland adalah wilayah otonom Denmark yang punya harga diri, ribuan warga yang hidup di sana, dan—yang terpenting—mereka tidak sedang butuh uang receh Amerika.

​Reaksi dunia? Seperti yang diduga: Uni Eropa meradang, Denmark tersinggung berat, dan Inggris mendadak jadi wasit yang bingung. Di Greenland sendiri, ribuan orang turun ke jalan. Bukan untuk menyambut “investasi” Trump, tapi untuk menegaskan bahwa kedaulatan tidak bisa dibeli dengan satu kali unggahan media sosial yang diedit pakai aplikasi murah.

Audit Ambisi: The Greenland Purchase Profile

Subjek KonflikVersi TrumpRealita Audit
KedaulatanBisa dibeli seperti properti di Manhattan.Harga Mati (Not For Sale).
DiplomasiCukup pakai gambar editan di Truth Social.Uni Eropa siap langkah balasan.
Respon RakyatDianggap ingin jadi warga AS (Delusi).Demonstrasi Masif di Greenland.

Di Getnews, kami melihat fenomena ini bukan sekadar lelucon politik Amerika. Ini adalah audit terhadap gaya kepemimpinan “Boz” yang merasa dunia bisa dikendalikan dengan shortcut. Jika Greenland bisa “diakuisisi” lewat Photoshop, jangan kaget kalau besok-besok ada politisi lokal yang mencoba mengklaim prestasi pembangunan hanya lewat editan Canva tanpa ada batu fondasi yang terpasang.

​Trump mengingatkan kita bahwa di era digital, narasi sering kali dipaksa mengalahkan fakta. Tapi sayangnya bagi Trump, Denmark bukan developer perumahan yang sedang butuh likuiditas. Uni Eropa sudah pasang badan, dan Greenland tetaplah Greenland—dingin, berdaulat, dan jelas bukan milik paman Sam.

“Dunia mungkin panggung sandiwara, tapi kedaulatan bukan naskah yang bisa diedit sesuka hati.”

— AMBARA Getnews

Dogma Digital

Melihat aksi Trump terhadap Greenland adalah melihat bagaimana kekuasaan terkadang berjalan bergandengan dengan delusi. Di AMBARA, kami mengaudit kegilaan ini dengan kejernihan logika. Kita belajar bahwa narasi tanpa basis realita hanya akan menghasilkan kegaduhan, bukan kemajuan.

Kami di Getnews mengajak pembaca untuk tidak hanya tertawa, tapi waspada. Karena gaya “politik klaim” ini menular lebih cepat daripada virus. Tetaplah berpijak pada fakta, meski editan gambar di luar sana terlihat begitu menggoda. Greenland tetap dingin, dan ambisi Trump tetaplah panas—tapi kosong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *