ANALISIS GETNEWS

Don’t Trust in Trump! Menguliti Skenario ‘Board of Peace’ sebagai Babak Akhir Penaklukan Gaza

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri (PM) Israel, Benyamin Netanyahu. (Istimewa/X/@LegitTargets)

“Dewan Perdamaian Gaza” atau Board of Peace. Nama yang terdengar mulia, namun bagi mata yang terlatih melakukan audit geopolitik, inisiatif terbaru Donald Trump ini adalah sebuah alarm bahaya. Getnews memperingatkan: Don’t Trust in Trump. Di balik meja bundar yang mengundang Rusia, China, hingga Maroko, terdapat indikasi kuat adanya kesepakatan transaksional antara Trump dan Benjamin Netanyahu. Analisis kami menyimpulkan bahwa dewan ini hanyalah “akal-akalan” diplomatik untuk melegitimasi penaklukan total Gaza melalui cara-cara administratif, yang secara historis merupakan evolusi dari The Plan D (Plan Dalet) milik Ilan Pappe.

1. Operasi ‘Real Estate’ Berkedok Perdamaian

​Bagi Trump, Gaza bukanlah sebuah entitas kedaulatan, melainkan “Lahan Tepi Pantai” yang terbengkalai. Mengundang pemain besar seperti Rusia dan China adalah strategi cerdas untuk membungkam oposisi global. Jika negara-negara adidaya ini masuk ke dalam “Dewan Direksi” pembangunan kembali Gaza, maka hak kepemilikan bangsa Palestina akan dihapus secara sistematis atas nama “Efisiensi Pembangunan”.

​Netanyahu membutuhkan Trump untuk mencuci dosa pendudukan, dan Trump membutuhkan Netanyahu untuk mengamankan proyek infrastruktur besar di Mediterania Timur. Ini bukan diplomasi; ini adalah pengambilalihan aset.

2. Dashboard Audit: Evolusi Penaklukan Gaza

Geopolitical Audit: From Plan D to Board of Peace

Fase SkenarioThe Plan D (Ilan Pappe)Don’t Trust in Trump (2026)
Metode EksekusiPembersihan etnik melalui agresi militer langsung.Penghapusan kedaulatan melalui “Manajemen Internasional”.
Tujuan AkhirTanpa Rakyat, Tanpa Negara (Empty Land).Lahan Proyek tanpa Otoritas Palestina.

3. Analisis Ilan Pappe: “Pembersihan yang Halus”

​Sejarawan Ilan Pappe dalam The Ethnic Cleansing of Palestine mencatat bahwa Plan Dalet (The Plan D) adalah blueprint untuk menghancurkan desa-desa agar tidak bisa dihuni kembali. Trump dan Netanyahu kini melakukan hal serupa: menghancurkan Gaza secara fisik, lalu membangunnya kembali sebagai “Dewan” di mana rakyat Palestina tidak memiliki suara di kursi direksi.

​Trump sedang mencoba menjual ide bahwa “Perdamaian adalah Bisnis”. Padahal, yang sebenarnya terjadi adalah Internasionalisasi Pendudukan. Melibatkan Maroko dan Polandia hanyalah dekorasi agar penaklukan ini terlihat seperti konsensus global.

📚 Referensi Intelijen & Geopolitik Valid

  • The Ethnic Cleansing of Palestine (Ilan Pappe): Dokumentasi komprehensif mengenai Plan Dalet (The Plan D) sebagai cetak biru sistematis pengosongan wilayah Palestina.
  • Laporan Gedung Putih (Januari 2026): Rilis inisiatif “Board of Peace” dan daftar negara undangan (Rusia, China, Armenia, Maroko, Polandia).
  • Nota Diplomatik Kerajaan Maroko: Pernyataan resmi bergabungnya Maroko sebagai anggota pendiri Board of Peace (Rilis 20 Januari 2026).
  • Analisis Al-Jazeera & Haaretz: Investigasi mengenai potensi privatisasi keamanan Gaza oleh entitas internasional di bawah pengaruh AS-Israel.
  • Konvensi Jenewa IV: Rujukan hukum internasional mengenai larangan pemindahan penduduk dan penghapusan hak kedaulatan di wilayah pendudukan.

“Jangan tertipu oleh jabat tangan di atas panggung; perdamaian tanpa keadilan bagi pemilik tanah adalah sebuah perampokan yang terorganisir.”

— Audit Intelijen Getnews

Dogma Digital

Don’t Trust in Trump adalah seruan Getnews untuk tetap waspada di tengah gegap gempita inisiatif Board of Peace. Kita sedang menyaksikan akal-akalan geopolitik tingkat tinggi di mana Netanyahu menyediakan reruntuhan, dan Trump menyediakan investornya. Melalui kacamata The Plan D Ilan Pappe, kita melihat bahwa strategi ini bukanlah upaya mengakhiri konflik, melainkan upaya mematikan masa depan Palestina dengan cara yang lebih elegan.

Integritas Getnews terletak pada keberanian untuk mengaudit kebohongan besar dunia. Kami menolak untuk sekadar melaporkan seremoni, karena tugas kami adalah membongkar agenda yang tersembunyi. Di bawah bendera Getnews, kebenaran tentang Gaza akan tetap disuarakan, memastikan bahwa setiap rupiah investasi rekonstrusi tidak pernah bisa membeli hak sebuah bangsa untuk merdeka di atas tanahnya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *