GET SPORT

Sport Tourism: Ambisi Ekonomi Rp11 Triliun di Balik Lari

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir menegaskan pengembangan sport tourism menjadi salah satu strategi penting pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan indeks olahraga nasional. Hal itu disampaikan Menpora saat menghadiri Konferensi Pers Pocari Sweat Run 2026 di Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Kamis (22/1/2026). (Foto Humas Kemenpora)

JAKARTA — Pemerintah resmi mengunci strategi sport tourism sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Menpora Erick Thohir, dalam konferensi pers Pocari Sweat Run 2026 di TMII (22/1/2026), menegaskan bahwa integrasi industri olahraga bukan sekadar isu kesehatan, melainkan upaya mengejar ketertinggalan indeks olahraga nasional yang baru menyentuh angka 15 persen.

Audit Potensi: Berkaca pada New York dan Tokyo

​Erick Thohir melakukan komparasi fiskal yang tajam terhadap dampak ekonomi maraton dunia. New York Marathon tercatat menyumbang Rp11 triliun, sementara Tokyo Marathon menyentuh angka Rp7 triliun. Bagi Indonesia, targetnya jelas: mengonversi keunggulan demografi produktif menjadi multiplier effect pada sektor kuliner, akomodasi, dan pariwisata daerah.

“Indonesia memiliki keunggulan jumlah penduduk besar dan alam indah. Pengeluaran peserta setelah lomba memberi dampak ekonomi nyata. Kita kembangkan sirkuit maraton nasional terintegrasi dengan sistem poin kolektif seperti maraton dunia,” ujar Erick.

GET DATA: Verifikasi Ekosistem Sport Tourism 2026

GET DATA Audit: Sport Industry Ecosystem

Parameter StrategisTarget & Verifikasi
Indeks Olahraga Nasional15% (Target: Mengejar 60% standar Jepang)
Proyeksi Peserta60.000 Pelari (Lombok & Bandung)
Lokasi PrioritasSirkuit Mandalika (Juli) & Bandung (September)

*Analisis Kemenpora & Tim GET !NSIGHT: Sinergi Asta Cita untuk SDM Produktif.

Diplomasi Sirkuit Maraton

​Pilihan Sirkuit Mandalika, NTB (11-12 Juli) dan Bandung (19-20 September) sebagai hub maraton menunjukkan upaya pemerintah dalam memeratakan distribusi ekonomi. Menpora mendorong pembentukan lima maraton besar di Indonesia sebagai sirkuit internasional. Langkah ini bukan sekadar urusan lari, melainkan Diplomasi Infrastruktur yang menghubungkan kesiapan destinasi dengan daya beli masyarakat kelas menengah.

Ambisi Erick Thohir mengejar indeks olahraga 60% seperti Jepang adalah tantangan struktural. Kunci keberhasilannya bukan pada jumlah event, melainkan pada keberlanjutan industri kreatif yang mampu mengekor di belakangnya. Tanpa ekosistem yang inklusif, sport tourism hanya akan menjadi festival tahunan tanpa residu ekonomi yang permanen bagi masyarakat lokal.

“Olahraga yang tidak menghasilkan industri hanyalah keringat. Olahraga yang menggerakkan ekonomi adalah masa depan sebuah bangsa.”

Informasi Sumber Resmi

Artikel ini diolah berdasarkan rilis berita resmi yang diterbitkan oleh InfoPublik.id.

*Konten rilis telah disesuaikan dengan standar editorial Getnews.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *