NEWS

SKAKMAT PUTIN: “Palestina Terlebih Dahulu!” – Rusia Boikot Dewan Trump

Diplomasi Indonesia di bawah komando Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan taringnya dalam isu stabilitas global. Setelah penandatanganan piagam di Davos, Swiss, akhir Januari lalu, pemerintah kini mulai membedah struktur operasional Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza (BPMI Setpres)

MOSKOW — Presiden Vladimir Putin secara resmi menetapkan “Garis Merah” terkait inisiatif Board of Peace (BoP) yang digagas Donald Trump. Rusia menegaskan tidak akan bergabung dengan dewan mana pun kecuali hak-hak rakyat Palestina dijamin sepenuhnya sesuai resolusi PBB. Langkah ini menjadi pukulan telak bagi klaim inklusivitas BoP yang dipamerkan di Davos, Sabtu (24/1/2026).

Veto Diplomatik dan Pendanaan Agresif

Putin menyatakan tidak ada ruang kompromi terkait kedaulatan Palestina dan stabilitas jangka panjang di Timur Tengah. Sebagai langkah nyata, Rusia menjanjikan bantuan senilai USD 1 miliar (sekitar Rp15,7 triliun) untuk perdamaian di Gaza. Uniknya, pendanaan ini akan diambil langsung dari aset Rusia yang dibekukan oleh Amerika Serikat—sebuah manuver “pembalasan finansial” yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah diplomasi modern.

Audit Strategis: Garis Merah Rusia

Parameter SikapDetail Kebijakan Moskow
Status Keanggotaan BoPMenolak/Boikot (Hingga Resolusi PBB Terpenuhi).
Komitmen FinansialUSD 1 Miliar untuk Gaza & Timur Tengah.
Sumber DanaAset Rusia yang Dibekukan oleh Amerika Serikat.

​“Rusia tidak akan bergabung dengan ‘Dewan Perdamaian’ mana pun kecuali hak-hak rakyat Palestina dijamin sepenuhnya sesuai dengan resolusi PBB. Kami memiliki hubungan khusus dan bersejarah dengan rakyat Palestina yang tidak bisa ditukar dengan kesepakatan transaksional apa pun,” tegas Vladimir Putin dalam pidato resminya di Kremlin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *