MATARAM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan ketersediaan bahan pokok, khususnya beras dan telur, berada dalam posisi aman menjelang bulan suci Ramadhan yang jatuh pada Februari mendatang. Kepastian ini didapat setelah Pj Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Lalu Muhamad Faozal, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah gudang Bulog dan distributor besar di Kota Mataram, Rabu (21/1/2026).
Pengawasan Distribusi dan Stabilitas Harga
Dalam sidak yang didampingi oleh Kepala BPS NTB dan Karo Perekonomian tersebut, pemerintah fokus memantau titik-titik krusial distribusi pangan. Selain beras, ketersediaan telur di wilayah Bertais juga menjadi perhatian utama guna mengantisipasi spekulasi harga yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan. “Alhamdulillah stok beras kita sangat aman hingga enam bulan ke depan,” tegas Lalu Muhamad Faozal di sela-sela pemantauan.
Upaya Pengendalian Inflasi Daerah
Langkah sidak ini merupakan bagian dari strategi Pemprov NTB untuk menjaga daya beli masyarakat dan menekan angka inflasi daerah. Dengan memastikan stok tersedia secara fisik di gudang-gudang penyangga, pemerintah berharap tidak ada ruang bagi permainan harga di tingkat pengecer yang dapat membebani masyarakat selama menjalankan ibadah puasa hingga Idul Fitri.
“Stok yang melimpah di gudang penguasa tidak akan pernah mengenyangkan rakyat jika harga di meja makan mereka tak terjangkau oleh martabat upahnya.”
— GET !NSIGHT DOGMA DIGITAL —




