BANTUL — Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menetapkan standar baru dalam pertahanan ruang digital nasional. Menghadapi eskalasi ancaman siber yang diperkuat kecerdasan buatan (AI), Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria, mengumumkan penguatan talenta muda melalui integrasi keahlian keamanan siber dan AI secara simultan untuk memitigasi serangan yang kini semakin personal dan masif.
Strategi “AI Talent Factory”
Pemerintah menyadari bahwa pola serangan siber saat ini telah bergeser. Skala ancaman yang dipacu AI berkembang jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan bertahan sistem konvensional. Sebagai respons, skema khusus bernama AI Talent Factory diluncurkan.
- Kolaborasi Akademik: Saat ini bekerja sama dengan Universitas Brawijaya, menyusul ITS, UGM, dan kampus besar lainnya.
- Beasiswa Digital: Program Digital Talent Scholarship kini secara wajib memasukkan modul keamanan siber dan AI sebagai satu paket kompetensi.
- Review Ketahanan: Pengembang wajib melakukan audit berkala terhadap ketahanan siber.
- Kepatuhan Standar: Menyesuaikan dengan standar keamanan global di tengah dinamika AI yang sangat cepat.
- Kompleksitas Password: Penggunaan kata sandi yang rumit.
- Multi-Factor Authentication (MFA): Pengaktifan verifikasi dua langkah.
- Physical Key: Pemanfaatan kunci fisik yang kini mulai diadopsi berbagai platform global.
“Perkembangan kemampuan serangan itu skalanya jauh lebih besar ketimbang kemampuan untuk bertahan. Ini cukup mengkhawatirkan,” ujar Nezar Patria, Sabtu (31/1/2026).
Mandat “Security by Design”
Komdigi memberikan sinyal keras kepada para pengembang platform digital di Indonesia. Keamanan tidak boleh lagi menjadi “aksesori” yang dipasang setelah insiden terjadi, melainkan harus menjadi fondasi sejak awal perancangan.
- Review Ketahanan: Pengembang wajib melakukan audit berkala terhadap ketahanan siber.
- Kepatuhan Standar: Menyesuaikan dengan standar keamanan global di tengah dinamika AI yang sangat cepat.
Literasi Proteksi Publik
Selain penguatan sistem, publik didorong untuk meningkatkan “imunitas” digital secara mandiri melalui langkah-langkah proteksi berlapis:
- Kompleksitas Password: Penggunaan kata sandi yang rumit.
- Multi-Factor Authentication (MFA): Pengaktifan verifikasi dua langkah.
- Physical Key: Pemanfaatan kunci fisik yang kini mulai diadopsi berbagai platform global.
Verified Source: InfoPublik.id



