MATARAM – Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali berhadapan dengan kerentanan geografisnya. Intensitas hujan yang luar biasa tinggi pada akhir Januari telah memicu banjir bandang di Pulau Sumbawa, memaksa otoritas provinsi untuk mengaktifkan mesin tanggap darurat guna mencegah krisis kemanusiaan yang lebih dalam.
Banjir yang melanda Kabupaten Sumbawa dan Bima ini bukan sekadar insiden cuaca, melainkan pengingat tajam akan tantangan logistik di wilayah kepulauan Indonesia saat infrastruktur alamiah mencapai titik jenuh.
Mobilisasi di Garis Depan
Hujan deras yang mengguyur pada 29 dan 30 Januari telah melumpuhkan sejumlah wilayah. Di Kabupaten Sumbawa, banjir bandang menerjang Kecamatan Ropang, Empang, Plampang, hingga Rhee. Sementara di ujung timur pulau, Kecamatan Soromandi di Kabupaten Bima melaporkan dampak yang signifikan.
Sekretaris BPBD Provinsi NTB, Ahmad Yani, menyatakan bahwa prioritas utama saat ini adalah kecepatan distribusi. “Instruksi pimpinan sangat jelas: perhatian segera terhadap kondisi ini. Kami bergerak berdasarkan permintaan resmi dari daerah terdampak,” ujarnya di Mataram (01/02). Fokus pertama pengiriman logistik—mencakup air bersih, perlengkapan tidur, dan bahan pokok lainnya—diarahkan ke Kabupaten Sumbawa, dengan armada yang diberangkatkan segera setelah koordinasi teknis rampung.
Hambatan Struktural
Meskipun bantuan untuk Sumbawa telah mulai mengalir, tantangan berbeda muncul di Bima. Kendala armada dan pembiayaan pengiriman lintas wilayah masih dalam tahap finalisasi koordinasi. Hal ini menunjukkan kerumitan manajemen bencana di NTB: kecepatan seringkali terhambat oleh birokrasi logistik dan ketersediaan transportasi yang terbatas di saat darurat.
Pemerintah Provinsi kini berpacu dengan waktu sebelum pola cuaca ekstrem berikutnya menghantam. Koordinasi lintas instansi antara BPBD Provinsi dan kabupaten menjadi krusial agar bantuan tidak hanya sampai, tetapi juga tepat sasaran. Bagi NTB, banjir ini adalah peringatan bahwa investasi pada ketahanan rantai pasok bencana jauh lebih mendesak daripada sekadar penyediaan barang di gudang.




