TNI POLRI

Belajar Nasionalisme ‘Asyik’ Ala Babinsa Karang Bayan

LOMBOK BARAT – Suasana halaman Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Karang Bayan di Kecamatan Lingsar mendadak berubah menjadi arena diskusi yang riuh dan interaktif. Di tengah puluhan siswa yang antusias, hadir sosok Pelda (K) Nyoman Dewi Tri Ary Susanti, Babinsa Karang Bayan dari Koramil 1606-08/Narmada, yang memilih metode tak konvensional dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan: games edukatif.

​Alih-alih menyajikan narasi sejarah yang kaku, pemberian wawasan kebangsaan ini dikemas dengan pendekatan rekreatif pada Selasa (3/2). Langkah ini merupakan bagian dari upaya militer masuk ke ranah pendidikan dasar untuk membentengi generasi muda dari pengikisan nilai-nilai nasionalisme di era digital.

Audit Strategis: Pendekatan Babinsa di Sekolah

Komponen KegiatanMetodologiTarget Capaian
Wawasan KebangsaanGames Edukatif & Dialog InteraktifNASIONALISME DINI
Peran TeritorialBabinsa Goes to SchoolSOCIAL COHESION
Lokasi FokusSDN 1 Karang Bayan, LingsarIDENTITAS BANGSA

Investasi Karakter di Lingsar

​Pendekatan Pelda (K) Nyoman Dewi mencerminkan pergeseran strategi Kodim 1606/Mataram dalam membangun hubungan dengan masyarakat (civil-military relations). Dengan menyasar anak-anak usia sekolah dasar, militer berupaya menanamkan kecintaan pada tanah air sebelum terpapar oleh arus informasi global yang tidak tersaring.

​Keberhasilan program di Karang Bayan ini menjadi blueprint penting bagi Koramil lainnya di wilayah Lombok Barat. Menanamkan identitas bangsa melalui kegembiraan terbukti lebih efektif daripada indoktrinasi satu arah. Di sini, nilai-nilai Pancasila bukan lagi sekadar hafalan, melainkan menjadi bagian dari memori kolektif yang menyenangkan bagi calon pemimpin masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *