JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali peran Indonesia sebagai jangkar stabilitas dunia Islam melalui pertemuan silaturahmi dengan pimpinan ormas Islam dan tokoh pesantren di Istana Merdeka. Agenda ini bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan momentum bagi Jakarta untuk mengonsolidasikan agenda keumatan yang strategis, mulai dari tata kelola haji hingga kemerdekaan Palestina.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa salah satu pencapaian besar dalam pertemuan tersebut adalah rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi. Proyek ini diproyeksikan menjadi pusat layanan jemaah yang paling terintegrasi di luar tanah air.
Inovasi Layanan: 60 Hektare di Jantung Mekkah
Langkah revolusioner ini ditandai dengan perolehan lahan seluas 60 hektare yang terletak hanya 1 hingga 3 kilometer dari Ka’bah. Perkampungan ini akan dilengkapi dengan fasilitas modern, termasuk terowongan khusus yang menghubungkan langsung ke Masjidil Haram guna memudahkan mobilitas jemaah.
Selain infrastruktur fisik, Presiden juga menyoroti penguatan instrumen keuangan umat melalui Lembaga Pemberdayaan Dana Umat (LPDU). Fokus utamanya adalah transformasi manajemen profesional agar dana tersebut transparan dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi kemaslahatan bersama.
Posisi Tegas di Timur Tengah
Di panggung geopolitik, Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia melalui Board of Peace (BoP) untuk memperjuangkan kedaulatan Palestina secara utuh. Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, menekankan pentingnya kewaspadaan tinggi dalam konsolidasi bersama negara-negara Timur Tengah guna memastikan bantuan ke Gaza dan Tepi Barat tepat sasaran.
Dukungan serupa datang dari Ketua MUI Anwar Iskandar dan Ketua Umum Wahdah Islamiyah Zaitun Rasmin, yang melihat konsistensi ini sebagai marwah Indonesia di mata dunia. Bagi Jakarta, kemerdekaan Palestina bukan sekadar retorika, melainkan mandat konstitusional yang diwujudkan melalui aksi diplomatik yang terukur.




