MATARAM — Kabar segar kembali berembus dari lantai statistik Nusa Tenggara Barat. Berdasarkan rilis terbaru BPS, kondisi ketenagakerjaan di NTB per November 2025 menunjukkan performa yang cukup tangguh. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berhasil ditekan ke angka 3,05 persen, sebuah capaian yang menempatkan NTB di jalur stabilisasi pasca-pandemi dan dinamika ekonomi global.
Sebanyak 3,14 juta orang di NTB kini tercatat bekerja. Menariknya, sektor konstruksi menjadi bintang utama dalam penyerapan tenaga kerja kali ini. Lapangan usaha ini mencatat lonjakan terbesar dengan tambahan 28,69 ribu orang bekerja. Pertumbuhan ini menjadi sinyal kuat bahwa proyek-proyek infrastruktur dan pembangunan fisik di Pulau Seribu Masjid sedang berada di puncak akselerasi.
Geliat Sektor Formal dan Tantangan Setengah Pengangguran
Di balik angka pengangguran yang rendah, struktur tenaga kerja NTB juga mulai menunjukkan perbaikan kualitas. Jumlah pekerja formal kini mencapai 1,05 juta orang (33,45%), naik 1,87 persen poin dibanding Agustus 2025. Pergeseran ke sektor formal ini penting sebagai indikator jaminan perlindungan kerja yang lebih baik bagi masyarakat.
Namun, analisis GETNEWS melihat celah di balik optimisme ini. Meski banyak yang bekerja, angka Setengah Pengangguran dan Pekerja Paruh Waktu justru mengalami kenaikan masing-masing 0,31 persen poin dan 3,64 persen poin. Ini berarti, meski warga memiliki pekerjaan, masih banyak dari mereka yang jam kerjanya belum optimal (kurang dari 35 jam seminggu) atau masih bersedia menerima pekerjaan tambahan demi mencukupi kebutuhan sehari-hari.
BPS !NSIGHT: Edisi Januari 2026
"Sourced from BRS BPS NTB - Strategic Analysis by GET DATA !NSIGHT"




