JAKARTA — Istana Negara menjadi saksi pergeseran gerbong penting dalam struktur hukum dan ekonomi nasional pada Kamis, 5 Februari 2026. Presiden Prabowo Subianto resmi memimpin rangkaian seremoni pengucapan sumpah Adies Kadir sebagai Hakim Konstitusi dan pelantikan Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan baru.
Dua posisi ini krusial: satu sebagai penjaga gawang konstitusi di Medan Merdeka Barat, lainnya sebagai pengawal stabilitas fiskal di Lapangan Banteng.
Adies Kadir: Dari Senayan ke Mahkamah
Langkah Adies Kadir menuju Mahkamah Konstitusi (MK) dikukuhkan melalui Keputusan Presiden Nomor 9/P Tahun 2026. Mantan politikus dan pimpinan Komisi Hukum DPR ini mengisi kursi yang ditinggalkan oleh Arief Hidayat yang telah memasuki masa purnatugas.
Penunjukan Adies bukan kejutan besar. Namanya telah disahkan dalam rapat paripurna DPR pada 27 Januari lalu. Dengan latar belakang legislatif yang kuat, Adies kini berpindah peran dari pembuat undang-undang menjadi penguji konstitusionalitas produk hukum tersebut.
Juda Agung: Perkuatan Tim Lapangan Banteng
Di sektor ekonomi, Presiden Prabowo memperkuat barisan Kabinet Merah Putih dengan melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan. Juda, yang memiliki rekam jejak panjang di bank sentral, diangkat berdasarkan Keppres Nomor 3/M Tahun 2026 untuk sisa masa jabatan 2024–2029.
Kehadiran Juda Agung di kementerian yang dipimpin Sri Mulyani Indrawati ini dipandang sebagai upaya harmonisasi kebijakan moneter dan fiskal yang lebih dalam. Pengalamannya diharapkan mampu menavigasi tantangan ekonomi makro yang kian kompleks di tahun 2026.
Acara pelantikan ini dihadiri oleh jajaran petinggi negara, termasuk Wakil Presiden, Kapolri, dan Wakil Panglima TNI. Selesainya seremoni di Istana bukan berarti tugas berakhir; bagi Adies dan Juda, ujian sesungguhnya dimulai saat mereka duduk di meja kerja baru mereka besok pagi.




