Pasar modal Indonesia diguncang "gempa" birokrasi paling dahsyat dalam satu dekade terakhir. Secara mengejutkan, jajaran petinggi Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan pengunduran diri massal pada Jumat (30/1/2026). (Istimewa)

​Dunia kuliner kita kedatangan menu baru yang sangat tidak sehat: saham gorengan ala Minna Padi Aset Manajemen. Kalau biasanya kita cuma kenal gorengan bakwan seharga dua ribu perak, yang ini kelasnya beda. Sekali goreng, rekening senilai Rp467 miliar langsung “gosong” alias diblokir gara-gara terendus aroma skandal.

​Kasus ini membuktikan bahwa menjadi kaya di pasar modal itu terkadang butuh kreativitas luar biasa—terutama kreativitas dalam memanipulasi angka agar terlihat seksi di mata investor. Minna Padi rupanya lupa kalau di bursa saham, bumbunya bukan cuma nyali, tapi juga regulasi. Begitu bumbunya kebanyakan micin alias manipulasi, ya siap-siap saja diciduk “koki” bursa.

AUDIT STRATEGIS GETNEWS: Resep Gorengan Minna Padi
Instrumen MasakModus OperandiNasib Akhir
Saham GorenganMenaikkan harga secara tidak wajar.Investor ritel gigit jari, bandar kekenyangan.
Dana KelolaanRekening Rp467 Miliar.Bukannya cair, malah ‘beku’ di kulkas penegak hukum.
Pengawasan OJKPemblokiran & Investigasi.Baru bertindak kalau asapnya sudah memenuhi seisi bursa.
Sumber: Warkop AMBARA

Pelaku pasar modal kita memang punya daya imajinasi tinggi. Uang hampir setengah triliun rupiah diputar-putar seolah-olah itu koin mainan di wahana Ding Dong. Bedanya, kalau di Ding Dong kita cuma rugi koin, di Minna Padi yang rugi adalah kepercayaan publik terhadap investasi saham yang “halal dan toyiban”.

​Pemblokiran rekening ini adalah hukuman setimpal, walau biasanya para pemain besar ini selalu punya seribu satu cara untuk berkelit dengan istilah teknis hukum yang bikin pusing tujuh keliling. Bagi kita kaum mendang-mending, skandal ini jadi pengingat: kalau ada saham yang naiknya lebih cepat daripada emosi netizen saat bahas politik, kemungkinan besar itu adalah gorengan yang sebentar lagi bakal bikin kolesterol portofolio kamu melonjak.

​Ingat, kawan-kawan. Di bursa saham, tidak ada makan siang gratis. Yang ada cuma bandar yang lagi nungguin kita buat bayar tagihan makan siang mereka lewat “sumbangan” di saham-saham ajaib macam ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *