MATARAM — Bagi para pelancong yang mendarat di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Lombok bukan lagi sekadar titik transit, melainkan etalase utama ambisi pariwisata Indonesia. Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, secara eksplisit mendorong perombakan total wajah bandara tersebut untuk mengimbangi pembaruan Masterplan Mandalika 2026.

​Langkah ini adalah upaya sistemik untuk menyulap kawasan seluas 1.175 hektare di selatan Lombok tersebut menjadi pusat sportainment dan gaya hidup kelas dunia. Dengan 34 persen area dipertahankan sebagai zona hijau, Mandalika sedang bersiap untuk transformasi dari sekadar sirkuit balap menjadi ekosistem pariwisata terpadu.

​Menata Wajah di Pintu Masuk

​Gubernur Iqbal menekankan bahwa kenyamanan wisatawan—terutama penumpang transit—adalah harga mati. Perbaikan fisik ruang tunggu, pembaruan teknologi bagasi, hingga penyediaan layanan VIP yang melibatkan pihak swasta menjadi prioritas utama.

​“Saya berharap Bandara Lombok segera melakukan perbaikan fisik agar wisatawan betah berlama-lama. Bandara VIP bahkan bisa kita kerjasamakan dengan swasta untuk melayani tamu investor,” ujar Iqbal, Rabu (4/2).

​Sebagai simbol transisi menuju ekonomi hijau, gubernur juga telah menyiapkan unit mobil listrik di area VIP, menyelaraskan operasional bandara dengan konsep keberlanjutan Mandalika.

​InJourney: Konsolidasi Ekosistem dari Hulu ke Hilir

​Di sisi lain, InJourney sebagai holding BUMN aviasi dan pariwisata, melihat Lombok sebagai hub strategis Indonesia Timur. Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menegaskan bahwa penguatan konektivitas udara harus berjalan selaras dengan pengembangan destinasi.

​Sepanjang 2025, BIZAM menunjukkan performa yang tangguh dengan pemulihan pergerakan penumpang di atas 80 persen dan lonjakan kargo hingga 130 persen. Dengan fasilitas airside yang mampu menampung pesawat sekelas Boeing 777, bandara ini dipersiapkan untuk melayani rute internasional baru, termasuk rencana pembukaan jalur ke Darwin, Australia.

Audit Strategis: Transformasi Destinasi & Aviasi NTB

Komponen UtamaTarget & RealisasiVonis Otoritas
Pemanfaatan Lahan66% Developable, 34% Ruang Hijau & Publik.SUSTAINABLE GROWTH
Kinerja LogistikPertumbuhan Kargo >130% (E-commerce & Event).LOGISTICS HUB
Investasi FasilitasRp 130 Miliar untuk Estetika & Keamanan Terminal.MODERNIZATION

Lebih dari Sekadar Transportasi

​Visi besar pemerintah daerah dan InJourney adalah menjadikan kawasan bandara dan eks-Bandara Selaparang sebagai pusat kreatif dan logistik. Melalui investasi Rp130 miliar untuk program “Dress Up NTB”, BIZAM ingin menonjolkan identitas budaya melalui ikon Mayung Lombok.

​Dengan distrik-distrik tematik seperti Marina West hingga Merese Sunset Hill, Mandalika tidak lagi hanya menunggu balapan motor setahun sekali. Kawasan ini sedang bertransformasi menjadi magnet investasi yang hidup sepanjang tahun—sebuah pergeseran paradigma dari pariwisata massal menuju destinasi bernilai tinggi yang berdaya saing global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *