MATARAM — Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Universitas Mataram (Unram) angkat bicara terkait video asusila berdurasi 13 menit yang viral di media sosial. Video yang dikaitkan dengan mahasiswi peserta KKN di Kecamatan Lenek, Lombok Timur tersebut dipastikan bukan melibatkan mahasiswa Unram.
Ketua Satgas PPKS Unram, Joko Jumadi, menegaskan bahwa berdasarkan penelusuran timnya, video tersebut sudah beredar sejak lima bulan lalu—jauh sebelum periode KKN saat ini dimulai. Ia mengimbau publik untuk tidak langsung menghakimi hanya berdasarkan kemiripan wajah.
”Memang ada kemiripan, tapi kami pastikan dari logat yang ada di dalam video, itu jelas bukan mahasiswi Unram,” ujar Joko, Senin, 9 Februari 2026.
Koordinasi dengan Polda NTB
Meski membantah, pihak kampus tetap menempuh jalur formal dengan melakukan klarifikasi mendalam kepada mahasiswi yang bersangkutan. Unram juga telah menjalin komunikasi dengan Polda NTB untuk melakukan uji forensik melalui tim Inafis guna memastikan identitas asli pemeran dalam video tersebut secara saintifik.
Di sisi lain, Joko mengungkap adanya insiden berbeda yang melibatkan dua oknum mahasiswa KKN Unram. Dalam video lain yang sempat beredar, kedua mahasiswa tersebut terekam tidur di satu tempat yang sama setelah kegiatan. Namun, Joko menekankan bahwa video tersebut tidak menunjukkan adanya hubungan badan.
”Kejadian itu terjadi saat habis kegiatan kemudian mereka tidur bersama, tapi bukan video (asusila) yang saat ini beredar. Kami tetap kroscek apakah ada video lain untuk memastikan penanganan sesuai aturan,” tambahnya.
Audit Strategis: Manajemen Krisis Reputasi Akademik
Penanganan isu moral di lingkungan kampus memerlukan keseimbangan antara perlindungan hak individu (mahasiswa) dan penegakan etika institusi.
Satgas PPKS Unram menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus ini agar tidak menjadi bola liar yang merusak nama baik ribuan mahasiswa lainnya yang tengah menjalankan pengabdian masyarakat.
Editor: Lilisatya Wati




