GET SPORT — Sambil menyeruput kopi hangat di tengah mendungnya langit Mataram, menatap tabel klasemen Premier League pekan ke-25 ini rasanya seperti sedang mengaudit laporan keuangan perusahaan yang sedang dilanda “inflasi emosi”. Kita semua tahu skenarionya: satu pekan kita merasa jago, pekan depan kita merasa seperti sedang menjalani hukuman kerja paksa di zona degradasi.
Selamat datang di era di mana klasemen bisa lebih fluktuatif daripada harga cabai di pasar. Arsenal kian nyaman di puncak dengan hawa yang sangat dingin, sementara Manchester United mulai menunjukkan gejala “kesembuhan” yang cukup akut. GETNEWS melakukan sebuah “Audit Emosi” terhadap tabel yang bikin suporter bolak-balik cek tensi darah ini.
Arsenal dan “Dinginnya” Emirates
The Gunners tampil tanpa ampun. Kemenangan demi kemenangan memastikan London Merah tetap berjarak dari kejaran Manchester City. Jika performa ini stabil, trofi yang sudah lama dinanti itu mungkin tak perlu lagi menunggu “jemuran kering” di musim hujan Mataram. Arsenal musim ini bukan sekadar bermain bola; mereka sedang melakukan presentasi bisnis tentang bagaimana cara menghancurkan harapan lawan dengan efisien.
Kebangkitan Setan Merah
Di sisi lain, Manchester United seolah baru saja pulang dari tempat rehabilitasi mental. Di bawah asuhan yang lebih stabil, mereka kini resmi mengancam posisi empat besar, menggeser tim-tim yang sebelumnya dianggap lebih mapan secara taktik. Fans MU kini mulai berani bicara soal Liga Champions tanpa perlu merasa malu saat nongkrong di angkringan.
Pertarungan Papan Bawah
Di kutub lain, Wolves dan Burnley tampaknya sedang dalam misi “maraton menuju kasta kedua”. Dengan koleksi poin yang memprihatinkan, Wolves menjadi objek audit yang paling tragis pekan ini. Menonton mereka bermain musim ini ibarat menonton film horor, tapi Anda sudah tahu siapa yang akan mati duluan.




