JAKARTA — Bank Indonesia (BI) melaporkan lonjakan signifikan pada sentimen rumah tangga di awal tahun 2026. Berdasarkan Survei Konsumen terbaru yang dirilis Senin, 9 Februari 2026, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Januari menetap di level 127,0—naik tajam dari angka 123,5 pada Desember 2025. Pergerakan ini mengonfirmasi bahwa kepercayaan publik terhadap lintasan ekonomi nasional berada di zona optimis yang kian solid.
Peningkatan IKK ini bukan sekadar angka statistik, melainkan refleksi dari ekspektasi pendapatan yang lebih baik dan ketersediaan lapangan kerja yang dipandang stabil. Di tengah volatilitas pasar global, daya beli domestik Indonesia menunjukkan resiliensi yang cukup untuk menggerakkan mesin konsumsi rumah tangga—motor utama pertumbuhan PDB nasional.
Audit Strategis: Analisis Sentimen Konsumen Q1-2026
Penguatan IKK menunjukkan bahwa kebijakan moneter dan stabilitas harga pangan mulai membuahkan hasil dalam menjaga psikologi pasar.
Daya Beli Sebagai Jangkar
Survei ini mengindikasikan bahwa seluruh komponen pembentuk IKK berada dalam tren naik. Hal ini mencakup Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK). Bagi para pengambil kebijakan di Jalan Thamrin, angka ini memberikan ruang napas untuk menjaga suku bunga tetap stabil tanpa harus khawatir akan penurunan konsumsi yang drastis.
Namun, tantangan sesungguhnya terletak pada bagaimana menjaga momentum ini tetap panas hingga akhir kuartal. Stabilitas harga pangan dan kelancaran rantai pasok logistik menjelang Ramadan akan menjadi ujian sesungguhnya bagi angka 127,0 ini. Jika berhasil dipertahankan, 2026 bisa menjadi tahun ekspansi yang solid bagi ekonomi Indonesia.
Verified Source: bi.go.id




