LOMBOK TIMUR — Amirin, kakek berusia 65 tahun yang sempat membuat cemas warga Desa Jeringo, akhirnya ditemukan dalam kondisi bernapas. Setelah lebih dari 24 jam hilang di kepekatan Hutan Lendang Bedurik, Sambelia, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi penyintas pada Selasa siang, 10 Februari 2026.
Pencarian yang berlangsung sejak pagi buta itu membuahkan hasil pada pukul 12.50 WITA. Tim menemukan Amirin terduduk lemas di tengah rimbunnya hutan, sekitar 6 kilometer ke arah barat dari lokasi terakhir ia terlihat.
”Kami temukan korban dalam kondisi lemas namun selamat. Faktor usia dan kelelahan menjadi penyebab utama menurunnya kondisi fisik korban,” ujar M. Darwis, Koordinator Pos SAR Kayangan, mewakili Kepala Kantor SAR Mataram.
Jejak yang Nyaris Terhapus
Kronologi bermula saat Amirin memasuki kawasan hutan pada Senin siang, 9 Februari 2026. Hingga matahari terbenam, ia tak kunjung muncul di pintu rimba. Warga setempat yang sempat melakukan pencarian mandiri menemui jalan buntu, sebelum akhirnya memutuskan menghubungi otoritas SAR untuk bantuan profesional.
Audit Strategis: Operasi Penyelamatan Lendang Bedurik
Keberhasilan operasi ini mengandalkan kecepatan respons (response time) dan koordinasi vertikal antara otoritas pusat dengan perangkat desa setempat.
Kepulangan yang Dinanti
Setibanya di pemukiman, Amirin langsung mendapatkan penanganan medis awal sebelum diserahterimakan kepada keluarga besarnya di Desa Jeringo. Isak tangis haru menyambut kedatangan sang kakek yang nyaris hilang ditelan rimba Sambelia.
Operasi ini resmi ditutup dengan catatan kolaborasi apik antara Tim Rescue Pos SAR Kayangan, Unit SAR Lombok Timur, Polsek Suwela, hingga masyarakat setempat yang bahu-membahu menyisir lebatnya hutan.




