AMBARA

WFA Lebaran 2026: Kabar Gembira buat Mertua, Kabar Buruk buat Kuota

​Pemerintah baru saja merilis kebijakan yang terdengar sangat milenial sekaligus sangat melelahkan: Work From Anywhere (WFA) alias kerja dari mana saja selama periode libur Lebaran 2026. Sebuah pengumuman yang bikin kita bingung mau sujud syukur atau malah sujud di depan laptop sambil nangis sesenggukan.

​Menko Perekonomian Airlangga Hartarto buru-buru menegaskan, WFA ini adalah Flexible Working Arrangement, bukan tambahan hari libur. Jadi, jangan salah paham. Ini bukan tiket gratis buat rebahan lebih lama, tapi izin resmi untuk membawa “penderitaan” kantor ke kampung halaman. Bayangkan, kamu sedang sungkem sama kakek, tapi di telinga sebelah kiri ada suara notifikasi Slack atau WhatsApp grup yang nanya, “Sudah sampai mana progresnya?”

AMBARA AUDIT: Analisis Kebijakan Mudik Sambil Kerja
Variabel KebijakanAturan Main (Menaker)Realita Satir
Status CutiDilarang memotong jatah cuti tahunan.Cuti aman, tapi kesehatan mental terancam karena opor ayam belum habis, deadline sudah manggil.
Pembayaran UpahWajib dibayar penuh sesuai upah biasa.Gaji tetap utuh, tapi biaya beli kuota di desa yang sinyalnya ‘hidup-segan-mati-tak-mau’ bisa bikin bangkrut.
Skema KerjaKerja Fleksibel (WFA).Fleksibel artinya: Bisa Zoom sambil nyetir di tengah macet Nagreg atau sambil goreng kerupuk.
Sumber: WARKOP AMBARA

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mencoba menjadi pahlawan dengan imbauan agar perusahaan tidak memotong cuti pegawai. Ini mulia sekali, Pak. Masalahnya, bagi kaum pekerja, WFA saat Lebaran itu adalah sebuah dilema eksistensial. Kita dipaksa memilih: mau dimarahin bos karena telat kirim laporan, atau dimarahin mertua karena di meja makan malah asyik meeting bareng klien.

​Lagipula, WFA di kampung halaman itu mitos. Kenyataannya bukan “Work From Anywhere”, tapi “Work From Teritisan” atau “Work From Atas Pohon” demi mencari satu bar sinyal 4G yang stabil. Menaker juga meminta upah dibayar sesuai kesepakatan. Ya jelas harus dibayar, Pak! Bayangkan beban moralnya: disuruh kerja di hari kemenangan, di tengah aroma rendang yang menggoda, tapi raga harus tetap tegak di depan layar demi eksistensi korporasi.

​Selamat menyambut Lebaran 2026 buat para pejuang WFA. Ingat, saat saudara-saudara yang lain sedang pamer baju baru, pastikan kamu tidak pamer background Zoom yang masih bertema kantor di tengah riuhnya suara takbiran. Tetap semangat, karena bagi pemerintah, “fleksibilitas” adalah kunci, tapi bagi kita, itu adalah cara halus untuk bilang: “Nggak ada libur yang benar-benar libur selama internet masih ada.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *