Nasional PAPUA

Membelah Isolasi Papua Selatan: Proyek Wanam–Muting Pacu Ekonomi Lokal

Kementerian PU bekerja di proyek pembangunan jalan KSPP Wanam–Muting Papua Selatan (PU)

JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah memacu pembangunan Jalan Kawasan Strategis Penghubung Produksi (KSPP) Wanam–Muting di Provinsi Papua Selatan. Proyek ambisius ini dirancang untuk menghapus keterisolasian wilayah, memangkas biaya logistik yang mencekik, sekaligus menjadi urat nadi ekonomi baru bagi masyarakat setempat.

​Menteri PU, Dody Hanggodo, menyatakan bahwa infrastruktur ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan jembatan kesejahteraan bagi warga di wilayah selatan Papua. Dengan jalan yang andal, mobilitas barang dan orang diharapkan akan jauh lebih efisien.

​”Pembangunan Jalan Wanam–Muting ini menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi. Infrastruktur yang mumpuni akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Papua Selatan,” ujar Menteri Dody dalam keterangan resminya, Selasa, 10 Februari 2026.

​Mobilisasi Alat Berat di Rawa dan Hutan

​Saat ini, pengerjaan difokuskan pada Segmen II yang membentang sepanjang 80,02 kilometer. Medan yang menantang di Papua disiasati dengan pengerjaan jalan at grade, jembatan di tiga lokasi, serta pemasangan sejumlah box culvert. Kementerian PU mengerahkan kekuatan penuh dengan memobilisasi puluhan alat berat, termasuk 35 unit excavator dan 7 unit bulldozer untuk menembus jalur tersebut.

​Tak berhenti di sana, rencana pengerjaan Segmen I sepanjang 58 kilometer juga telah disiapkan. Jalur ini akan dilengkapi dengan teknologi pile slab sepanjang 6,1 kilometer untuk mengatasi kondisi tanah tertentu, guna menjamin ketahanan jalan dalam jangka panjang.

​Audit Strategis: Konektivitas Logistik Papua Selatan 2026

​Pembangunan KSPP Wanam–Muting merupakan langkah taktis untuk mengintegrasikan pusat produksi lokal dengan rantai pasok nasional.

Audit Strategis: Proyek KSPP Wanam–Muting

Komponen ProyekSpesifikasi TeknisVonis Strategis
Segmen II (Sedang Jalan)Jalan 80,02 Km, 3 Jembatan, 4 Box Culvert.LOGISTICS ACCELERATION
Segmen I (Rencana)Jalan 58 Km, Pile Slab 6,1 Km, 4 Jembatan.INFRASTRUCTURE RESILIENCE
Pendekatan SosialDialog ulayat & musyawarah masyarakat adat sejak Okt 2025.COMMUNITY INCLUSION

Diplomasi Hak Ulayat

​Menyadari kerumitan lahan di Papua, Menteri Dody menekankan pentingnya penghormatan terhadap hak ulayat masyarakat adat. Sejak Oktober 2025, sosialisasi intensif telah dilakukan di berbagai distrik untuk memastikan pembangunan ini mendapat restu sosial. “Kami mengedepankan dialog agar pembangunan membawa manfaat nyata dan diterima masyarakat setempat,” pungkasnya.

Verified Source: InfoPublik.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *