SUMBAWA BARAT — Ambisi Iwank Boxing Camp untuk menasbihkan kembali Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sebagai poros utama tinju di Nusa Tenggara Barat kini mendapatkan sokongan politik dan moral yang masif. Dewan Penasehat Pertina KSB yang juga Bupati Sumbawa Barat, Amar Nurmansyah, turun gunung memastikan kesiapan empat “mesin tempur” KSB menjelang laga bergengsi Eternal Show 2, 14 Februari mendatang.
Kehadiran Amar di tengah aroma keringat kamp pelatihan bukan sekadar seremoni kepemimpinan. Bagi para atlet, instruksi dan kehadiran sang Bupati adalah suntikan adrenalin. Atmosfer tak terkalahkan kini menyelimuti tim; para petinju merasa mendapatkan dorongan psikologis yang membuat semangat mereka melampaui batas untuk menggebrak ring dan menyapu bersih trofi juara.
”Visi kita bukan sekadar kemenangan di atas ring. Pembinaan ini harus menjadi batu loncatan bagi para atlet untuk meraih stabilitas karier dan pekerjaan di masa depan,” tegas Amar Nurmansyah saat memantau latihan, menegaskan komitmen anggaran penuh untuk Pertina KSB.
BACA JUGA ANALISIS TERKAIT:
Misi Pembuktian Iwank Boxing Camp: KSB Masih Kiblat Tinju NTBPanggung Harga Diri di Kelas Bergengsi
Ketua Pertina KSB, Heri Kusmanto, menyebut ajang ini sebagai palagan pembuktian harga diri KSB sebagai lumbung petinju terbaik. Dengan dukungan langsung dari pucuk pimpinan daerah, misi yang semula adalah “pembuktian” kini bergeser menjadi “juara mutlak”.
KSB mengirimkan kuartet terbaiknya untuk bertarung di dua kelas yang paling diantisipasi:
- Abdullah ODO (Kelas 72kg)
- Kevin Darmawan (Kelas 72kg)
- Tegar Aprilian (Kelas 60kg)
- Rudi Menala (Kelas 60kg)
Audit Strategis: Proyeksi Kekuatan Iwank Boxing Camp
Investasi Pemda pada Pertina KSB bukan sekadar belanja olahraga, melainkan bagian dari strategi brand building daerah melalui prestasi atletik nasional.
Harapan pada “Empat Putra Terbaik”
Laga Eternal Show 2 akan menjadi ujian apakah KSB mampu mempertahankan tahta sebagai “Kiblat Tinju NTB”. Sinergi antara birokrasi, pendanaan, dan determinasi atlet di Iwank Boxing Camp kini hanya menunggu denting lonceng ring untuk membuktikan bahwa KSB memang tak memiliki lawan sepadan di wilayah ini.




