AMBARA

Smart City Mataram: Kotanya Pintar, Portalnya Masih Pingsan

Ilustrasi (istimewa)

​Mataram sedang bermimpi jadi Smart City, tapi sepertinya mimpinya terlalu nyenyak sampai lupa bangun untuk update status. Anggota Komisi III DPRD, Herman Fanani, baru saja melemparkan kritik pedas yang bikin telinga birokrasi merah padam. Pasalnya, jargon “kota pintar” yang dikejar Pemkot Mataram terasa jomplang dengan realita portal layanannya yang isinya lebih kosong daripada dompet di akhir bulan.

​Bayangkan, kita sedang bicara tentang Satu Data Kota Mataram yang ternyata belum diisi, dan layanan keamanan siber MATARAMKOTA-CSIRT yang terakhir diperbarui saat orang-orang masih sibuk merayakan September 2025. Ini bukan lagi soal teknologi, ini soal niat. Jangan sampai “Smart City” cuma jadi hiasan spanduk di jalan protokol, sementara di dunia digital, Mataram masih pakai mode offline.

AMBARA AUDIT: Monitoring Layanan Digital Mataram 2026
Layanan DigitalStatus TerkiniAnalisis Tajam Ambara
Portal Satu DataTerpantau Kosong / Belum Diisi.Namanya ‘Satu Data’, tapi angkanya nol. Mungkin maksudnya ‘Satu pun Data nggak ada’.
MATARAMKOTA-CSIRTUpdate Terakhir 30 September 2025.Siber kita tertidur lelap, semoga hacker-nya juga lagi ikut libur panjang.
Target Smart CityMengejar Pengakuan/Penghargaan.Pintar di atas kertas, gagap di depan keyboard. Penghargaan lebih penting dari kegunaan.
Sumber: GetNews Intel Unit x Investigasi Komisi III DPRD Mataram

*geser tabel

Pesan moral buat pengelola IT di Mataram: Smart City itu butuh orang-orang yang rajin, bukan cuma orang-orang yang jago bikin pengajuan anggaran buat beli server baru. Sebelum mengejar pengakuan dunia, pastikan dulu portal Satu Data kalian punya isi, bukan cuma punya judul yang keren. Karena di mata masyarakat, data yang kosong itu lebih menyakitkan daripada nggak ada portal sama sekali.

Verified Source: LOMBOKPOST ONLINE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *