AMBARA

RSUD NTB dan Koleksi ‘ASN Siluman’: Ketika Data Lebih Horor daripada Film Pengabdi Setan

​Kalau kalian pikir rumah sakit itu cuma tempat horor karena bau karbol atau cerita suster ngesot, kalian salah besar. Di RSUD NTB, horornya sudah naik level ke ranah administrasi. Baru-baru ini, muncul kabar yang bikin bulu kuduk para pembayar pajak merinding: dugaan adanya ASN Siluman.

​Bukan, ini bukan ASN yang bisa tembus tembok atau hilang pas jam dinas (kalau itu sih banyak, eh). Ini soal data rekapitulasi pegawai yang terindikasi direkayasa. Bayangkan, ada nama-nama yang muncul di data, tapi keberadaannya di lapangan lebih misterius daripada jodoh kamu yang nggak kunjung datang.

Sulap-menyulap di Atas Kertas

Laporan yang berhasil dihimpun media menyebutkan kalau data rekapitulasi di RSUD NTB menguat ke arah rekayasa. Ini kalau di dunia sulap mungkin namanya sleight of hand, tapi kalau di dunia birokrasi, namanya bisa jadi masalah hukum yang serius.

​Logikanya sederhana: buat apa ada nama “siluman” di data kalau bukan buat urusan “jatah” yang juga ikut-ikutan gaib? Data yang harusnya jadi panduan obyektif buat pelayanan kesehatan, eh malah jadi ajang kreatifitas oknum buat tulis-menulis nama yang nggak tahu orangnya di mana.

Kasihan yang Kerja Beneran

Yang paling sedih dari cerita horor ini ya mereka yang benar-benar kerja pagi-siang-malam di RSUD. Mereka berkeringat ngurus pasien, eh di belakang mereka ada nama-nama gaib yang mungkin ikut menikmati “kue” anggaran tanpa perlu capek-capek pakai seragam.

​Kalau data rekapitulasi saja bisa direkayasa, kira-kira data apa lagi yang bisa disulap di sana? Jangan-jangan data antrian pasien atau stok obat juga bisa simsalabim jadi apa?

Audit Strategis: Rekapitulasi ASN RSUD NTB

Titik MasalahVonis AMBARA
Indikasi RekayasaCanggih. Mengubah data lebih gampang daripada ngubah kebiasaan korupsi.
ASN SilumanAda namanya, nggak ada orangnya. Definisi sesungguhnya dari “Gaji Buta” tingkat lanjut.
Transparansi PublikRSUD itu rumah sakit umum, bukan rumah sakit “rahasia”. Rakyat berhak tahu siapa saja yang mereka gaji.

Gimana, Lur? Apakah kalian punya teman yang namanya sering muncul di daftar honor tapi mukanya nggak pernah kelihatan di kantor? Hati-hati, mungkin itu salah satu “koleksi” siluman yang lagi viral ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *