GILI TRAWANGAN — Tim SAR Gabungan kembali menyisir perairan Pantai Sunset, Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, pada Senin (20/4/2026). Memasuki hari kedua (H.2) operasi pencarian, fokus utama ditujukan pada dua wisatawan yang hilang terseret arus saat bermain paddle board pada Minggu (19/4) sore.
Peristiwa nahas tersebut melibatkan empat orang wisatawan. Dua korban, yakni Hisbullah (24) dan Tya (21), telah berhasil ditemukan dalam kondisi selamat tak lama setelah kejadian. Namun, dua rekan mereka, Romi (23) dan Arin, hingga saat ini masih belum ditemukan.
Perluasan Area Pencarian dan Pengerahan RBB
Koordinator Unit Siaga SAR Bangsal, I Gusti Komang Aryadana, menjelaskan bahwa operasi hari kedua ini dimulai sejak pukul 06.00 WITA dengan skala pencarian yang lebih luas. Tim menggunakan armada Rigid Buoyancy Boat (RBB) untuk menjangkau titik-titik yang diprediksi menjadi arah pergerakan arus laut.
”Kami terus mengoptimalkan upaya pencarian sesuai dengan rencana operasi yang telah disusun. Area penyisiran diperluas dari titik koordinat terakhir korban terlihat, dengan mempertimbangkan kondisi angin dan arus di sekitar perairan Gili Matra,” ujar Gusti Komang Aryadana, Senin (20/4).
Sinergi Lintas Unsur di Kawasan Wisata
Operasi KMM (Kondisi Membahayakan Manusia) ini melibatkan kolaborasi masif antara otoritas keamanan dan masyarakat lokal. Unsur yang terlibat meliputi Tim Rescue Kantor SAR Mataram, Polair Polda NTB, Polair Polres Lombok Utara, TNI AL, hingga organisasi lokal seperti Pokmaswas dan Lembaga Adat Trawangan.
Keterlibatan aktif masyarakat setempat dan komunitas Barasiaga diharapkan dapat mempercepat deteksi visual di sepanjang pesisir Pantai Sunset. Sementara itu, pihak kepolisian tetap mengimbau para wisatawan di kawasan Tiga Gili untuk lebih waspada terhadap perubahan arus laut yang tiba-tiba, terutama saat melakukan aktivitas olahraga air di sore hari.




