SEMBALUN — Arena lari lintas alam paling ekstrem di Indonesia, Rinjani 100 Ultra 2026, kembali melahirkan jawara baru di kategori paling bergengsi, 162 Kilometer. Pelari asal China, Zairan Lee, sukses mengukuhkan dominasinya di medan teknis Gunung Rinjani setelah menuntaskan balapan dengan catatan waktu yang mencengangkan, Minggu (3/5/2026).
Kategori 162 KM ini diakui secara internasional sebagai salah satu rute ultra trail tersulit di dunia, mengingat kombinasi elevasi vertikal yang tajam, jalur vulkanik yang labil, serta fluktuasi cuaca ekstrem di ketinggian.
Zairan Lee Ungguli Sherpa dan Grinius
Persaingan di barisan depan berlangsung sengit sejak titik start. Zairan Lee berhasil menjaga konsistensi ritme jantung dan strategi nutrisinya untuk finis pertama dengan catatan waktu 35 jam 05 menit 52 detik.
Keunggulan Zairan terpaut cukup jauh dari pelari legendaris asal Nepal, Sange Sherpa, yang harus puas menempati podium kedua dengan waktu 37 jam 09 menit 32 detik. Sementara itu, posisi ketiga diamankan oleh atlet kenamaan Lithuania, Gediminas Grinius, yang menyentuh garis finis di Semalun setelah berjuang selama 40 jam 14 menit 46 detik.
Ujian Daya Tahan dan Mental di Atas Awan
Rute 162 KM menuntut para pelari untuk mendaki dan menuruni kaldera Rinjani berkali-kali dengan akumulasi kenaikan elevasi (gain) yang mencapai ribuan meter. Keberhasilan ketiga atlet internasional ini tidak hanya didasarkan pada kekuatan fisik, tetapi juga ketangguhan mental dalam menghadapi tantangan malam di gunung dan medan berpasir yang menguras tenaga.
Kehadiran para pelari elit dunia di podium tahun ini semakin mempertegas status Rinjani 100 sebagai ajang kualifikasi bergengsi yang setara dengan kompetisi global lainnya seperti UTMB.




