CEK CUACA

BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan Akibat Siklonik

Citra satelit cuaca Himawari, Sabtu (23/5/2026). (Foto: BMKG/GET INFO.CEK CUACA/GETNEWS.))

JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan penuh terhadap potensi cuaca ekstrem yang dipicu oleh tingginya aktivitas gelombang atmosfer dan sirkulasi siklonik. Fenomena ini diprakirakan akan mendominasi kondisi cuaca nasional dalam sepekan ke depan, terhitung sejak 22 hingga 28 Mei 2026.

​Meskipun sekitar 17,1 persen wilayah Indonesia dilaporkan telah resmi memasuki musim kemarau dan sebagian lainnya berada dalam masa transisi (pancaroba), dinamika atmosfer terkini menunjukkan anomali yang cukup signifikan.

​Prakirawan BMKG, Zen Putri, dalam siaran informasi cuaca resmi InfoBMKG menjelaskan bahwa karakteristik masa peralihan musim ini memicu cuaca panas terik yang intensif pada pagi hingga siang hari akibat berkurangnya tutupan awan. Namun, pemanasan permukaan yang kuat tersebut justru memicu aktivitas konvektif tinggi, sehingga menyisakan peluang hujan lebat pada sore hingga malam hari.

​Sebelumnya, BMKG memantau suhu maksimum ekstrem di atas 35 derajat Celsius di sejumlah provinsi, meliputi Sumatra Utara, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat. Di sisi lain, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat tetap mengguyur dengan catatan curah hujan harian tertinggi mencapai 133,1 mm di Jawa Barat dan 112,8 mm di Sulawesi Selatan.

​“Fenomena atmosfer global dan regional masih sangat aktif berkontribusi terhadap peningkatan pasokan uap air membentuk awan hujan di Indonesia,” papar Zen Putri, Jumat, 22 Mei 2026.

​Analis BMKG mengidentifikasi tiga pergerakan gelombang atmosfer utama yang terjadi secara simultan:

  • Madden Julian Oscillation (MJO): Terdeteksi aktif mengontrol pertumbuhan awan di Kepulauan Riau, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara bagian selatan, serta Papua bagian utara.
  • Gelombang Kelvin: Memengaruhi koridor Selat Malaka, Laut Andaman, Aceh, Sumatra Utara, Laut Natuna Utara, hingga Kalimantan Utara.
  • Gelombang Rossby Ekuatorial: Mengarsir wilayah Kalimantan tengah-selatan, Sulawesi tengah-selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Papua Barat daya-selatan, dan Papua Tengah.

​Kondisi ini diperparah oleh kemunculan tiga titik sirkulasi siklonik, masing-masing di Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, serta Samudra Pasifik utara Papua New Guinea. Titik-titik ini memicu area pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang ideal bagi pertumbuhan awan badai.

​Untuk periode sisa pekan ini (22–24 Mei 2026), BMKG menetapkan status Siaga Cuaca Ekstrem untuk wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Maluku, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan akibat potensi hujan badai. Sementara pada 25–28 Mei 2026, fokus hujan lebat dan angin kencang diproyeksikan bergeser ke arah Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, NTB, NTT, hingga daratan Papua.

​Otoritas meteorologi meminta pemangku kebijakan di tingkat daerah untuk segera melakukan mitigasi struktural guna mengantisipasi ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, tanah longsor, angin putung beliung, hingga pohon tumbang.

MAPING RISIKO GELOMBANG ATMOSFER & STATUS SIAGA (22-28 MEI 2026)

Instrumen DinamikaWilayah Terdampak UtamaStatus Peringatan Dini BMKG
Aktivitas MJO & Gelombang KelvinKep. Riau, Selat Malaka, Aceh, Sumut, Kalimantan Utara, Sulawesi, Maluku, Papua Utara.SIAGA (22–24 Mei):
Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalbar, Maluku, Papua Pegunungan & Selatan.
Gelombang Rossby EkuatorialKalimantan Tengah-Selatan, Sulawesi Tengah-Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), NTT, Maluku, Papua.
Sirkulasi Siklonik (3 Titik)Samudra Hindia barat Bengkulu, Pasifik utara Papua Barat Daya, Pasifik utara Papua New Guinea.WASPADA ANGIN KENCANG (25–28 Mei):
Sulbar, Sulsel, Jatim, NTB, NTT, Sultra, Maluku, seluruh klaster Papua.

Audit Strategis: Getnews Data Intelligence Unit | Analisis Dinamika Atmosfer Indonesia, Mei 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *