JAKARTA — Atmosfer ketegangan menyelimuti kompleks perkantoran Badan Gizi Nasional (BGN) pasca-keputusan mendadak Istana Kepresidenan merombak total struktur pucuk pimpinan lembaga tersebut. Sejumlah personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) dilaporkan melakukan penjagaan ketat di sekitar area kantor pusat BGN tak lama setelah Presiden RI Prabowo Subianto resmi mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan.
Sterilisasi dan pengetatan akses masuk ini berdampak langsung pada aktivitas operasional di lokasi. Puluhan pegawai serta tamu yang memiliki agenda kerja terpaksa tertahan dan hanya bisa menunggu di luar gedung utama. Garis penjagaan ketat diterapkan oleh aparat guna memastikan keamanan dokumen operasional serta kelancaran masa transisi kelembagaan yang sedang berlangsung.
Hingga saat ini, belum ada taklimat resmi dari otoritas militer maupun Kementerian Sekretariat Negara mengenai durasi penempatan personel pengamanan tersebut. Langkah preventif ini dinilai jamak dilakukan dalam protokol birokrasi komando untuk mengamankan aset strategis negara dan database krusial selama proses serah terima jabatan (memorandum of transfer) kepada kepemimpinan baru yang telah ditunjuk oleh kepala negara.




