MATARAM — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, resmi meluncurkan lima program strategis nasional yang dirancang untuk merombak wajah pendidikan daerah. Peluncuran ini dilakukan di SMKN 5 Mataram, menandai babak baru bagi pemerataan mutu pendidikan sekaligus penguatan ketahanan pangan berbasis sekolah.
Miq Iqbal menegaskan bahwa reformasi ini bertujuan untuk menghapus stigma sekolah favorit yang selama ini memicu ketimpangan akses. “Kalau kualitas seluruh SMA dan SMK kita sama baiknya, masyarakat tidak lagi sibuk mencari sekolah favorit,” tegasnya.
| Program Strategis | Fokus Operasional |
|---|---|
| Golden Ticket | Seleksi kepala sekolah untuk percepatan mutu |
| SMK Mendunia | Penguatan vokasi berbasis industri |
| Gerakan TAPSI | Tanam cabai untuk kendalikan inflasi |
| Bantuan Perlengkapan | Dukungan bagi siswa kurang mampu |
| Relaksasi Dana BOS | Tambahan penghasilan guru PPPK |
Pendidikan Inklusif dan Ketahanan Pangan
Reformasi ini tidak hanya menyasar aspek akademik, tetapi juga integrasi sosial dan ekonomi. Melalui Gerakan Tanam Pohon Cabai (TAPSI), siswa dilibatkan langsung dalam upaya pengendalian inflasi daerah, dengan proyeksi hasil panen mencapai lebih dari 20 ton.
Selain itu, pemerintah daerah berkomitmen memastikan prinsip no one left behind. Untuk mendukung pendidikan inklusif, Gubernur Iqbal menyiapkan skema kendaraan antar-jemput bagi siswa di Sekolah Luar Biasa (SLB), memastikan akses pendidikan yang merata tanpa terkecuali.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih adaptif, profesional, dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat NTB.




