LOMBOK BARAT — Aktivitas di Dermaga Senggigi mencatatkan lonjakan signifikan sepanjang pertengahan 2026. Data Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lombok Barat menunjukkan arus penumpang meningkat drastis hingga menyentuh angka 8.254 orang pada Juni 2026, memicu antrean izin sandar dari enam operator kapal cepat baru yang membidik rute strategis Bali–Senggigi.
Pertumbuhan okupansi ini melampaui ekspektasi pemerintah daerah. Hingga awal Juli 2026, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi pelabuhan telah menembus Rp839 juta, melampaui target tahunan sebesar Rp694,8 juta atau mencapai 120 persen.
Ekspansi Infrastruktur dan Kenyamanan
Merespons membludaknya minat operator, Dishub Lombok Barat menetapkan langkah taktis dengan menjadwalkan renovasi infrastruktur dermaga pada akhir Juli mendatang. Proyek ini difokuskan pada peningkatan kualitas ruang tunggu, pembenahan kantor UPT Pelabuhan, serta perbaikan dermaga kayu khusus untuk kapal berukuran di bawah 50 GT.
Kepala Bidang Pelayanan Dishub Lombok Barat, Erwin Rahmad, menyatakan bahwa langkah ini krusial untuk menjaga standar kenyamanan wisatawan mancanegara. “Kami memastikan kelancaran dan keselamatan pintu masuk transportasi. Selain infrastruktur, kami terus bersinergi dengan seluruh stakeholder untuk menjamin keamanan jalur pelayaran,” ujarnya.
Proyeksi Ekonomi Pariwisata
Tingginya trafik di Senggigi merupakan sinyal kuat pergeseran preferensi wisatawan yang kini lebih memilih rute laut langsung untuk memangkas waktu tempuh menuju pusat Kota Mataram dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Pemerintah daerah berharap momentum ini tidak berhenti pada sekadar peningkatan trafik, melainkan juga memicu inovasi di sektor atraksi wisata agar masa tinggal (length of stay) wisatawan di kawasan Senggigi dapat terus meningkat.




