JAKARTA — Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, melaporkan capaian realisasi investasi nasional dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Terbatas Ekonomi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Berdasarkan laporan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM periode Oktober 2024 hingga Oktober 2026 (Triwulan IV 2024 – Triwulan III 2026), total akumulasi realisasi investasi masuk ke Indonesia menembus angka Rp3.923,2 triliun atau mencapai 30,1% dari target jangka panjang Rp13.032,8 triliun hingga 2029.
Capaian investasi ini memberikan dampak signifikan terhadap penyerapan lapangan kerja domestik dengan menciptakan lapangan kerja baru bagi 5.485.944 tenaga kerja Indonesia. Pertumbuhan investasi ini sekaligus membuktikan keberhasilan penguatan hilirisasi industri serta dorongan pertumbuhan ekonomi yang semakin inklusif di seluruh penjuru Tanah Air.
Audit Strategis: Neraca Realisasi Investasi Dua Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto
| Vektor Kinerja | Rincian Substantif & Sebaran Angka Realisasi |
|---|---|
| Total Akumulasi Realisasi | Rp3.923,2 Triliun (30,1% dari target total Rp13.032,8 Triliun periode 2024–2029). |
| Penyerapan Tenaga Kerja | 5.485.944 Orang tenaga kerja Indonesia terabsah terserap. |
| Pemerataan Wilayah | Luar Jawa: 51,8% (Rp2.031,0 T) | Jawa: 48,2% (Rp1.892,2 T). |
| Kontribusi Modal | PMDN: 50,9% (Rp1.998,7 T) | PMA: 49,1% (Rp1.924,5 T). |
*Sumber: BPMI Setpres / Kementerian Investasi & Hilirisasi/BKPM (Data Diolah)
Pemerataan Luar Jawa Menominasi dan Dominasi PMDN
Laporan resmi Kementerian Investasi dan Hilirisasi menandai pergeseran struktur pembangunan nasional yang kian terdesentralisasi. Realisasi modal di luar Pulau Jawa tercatat mendominasi dengan proporsi 51,8% (Rp2.031,0 triliun), mengungguli porsi Pulau Jawa sebesar 48,2% (Rp1.892,2 triliun).
Dari segi komposisi permodalan, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berkontribusi kuat sebesar 50,9% (Rp1.998,7 triliun). Sementara Penanaman Modal Pengusaha Asing (PMA) menyumbang 49,1% (Rp1.924,5 triliun). Angka-angka ini mencerminkan tingginya kepercayaan investor internasional maupun pelaku usaha domestik terhadap stabilitas ekonomi dan iklim investasi di Indonesia.




